PUISI HATI (By Desfortin)

Malam terus merangkak maju menuju peraduannya
Gerimis mengiringi gelapnya malam ini meski mangkrak
Mataku terpejam, namun sukmaku terjaga untuknya
Gema keheningan mengukir malam yang bergejolak
Aku muak, bosan, merana dan tak berdaya, kecuali
MENULIS PUISI HATI

Tak ada yang layak diberi, sekalipun ada, untuk apa?
Bukankah semuanya seperti tak bermakna lagi
Tak ada yang layak memberi, sekalipun ada, untuk apa?
Bukankah semuanya seperti tak dianggap lagi
Aku muak, bosan, merana dan tak berdaya, kecuali
MENULIS PUISI HATI

Saat sukma berselimutkan kemungkinan akan cinta yang hampa
Hanya manusia setengah dewa yang mampu memaknainya
Saat alam bawah sadar berselimutkan kerinduan akan cinta bermakna
Hanya manusia setengah gila yang tak mampu memaknainya
Aku muak, bosan, merana dan tak berdaya, kecuali
MENULIS PUISI HATI

Cinta tetap bergema di relung jiwa yang terdalam
Bilamanakah ia takkan bergema lagi?
Cinta tetap ada, tak mungkin diingkari satu malam
Bilamanakah ia takkan berkuasa lagi?
Cinta sejati tak mungkin dihancurkan oleh apapun (kata Devi, istri Ashoka)
Aku muak, bosan, merana dan tak berdaya, kecuali
MENULIS PUISI HATI

Kebencian tetap bergema di relung jiwa yang dangkal
Bilamanakah ia takkan bergema lagi?
Kebencian tetap ada, mustahil diingkari satu hari
Bilamanakah ia takkan berkuasa lagi?
Memilih benci berarti menyakiti diri sendiri (kata hai hai, pendekar cinta)
Aku muak, bosan, merana dan tak berdaya, kecuali
MENULIS PUISI HATI

Meski nurani itu kejam, selalu bersuara jujur
Meski asa adalah sauh jiwa, selalu menghibur
Tapi nurani dan asa bukan segalanya
Sebab kebenaran itu lebih besar dari segalanya
Aku muak, bosan, merana dan tak berdaya, kecuali
MENULIS PUISI HATI

Jika berdekatan membawa penderitaan cinta
Maka berjauhanlah demi kebahagiaan cinta
Jika berjauhan membawa penderitaan cinta
Maka berdekatanlah demi kebahagiaan cinta
Aku muak, bosan, merana dan tak berdaya, kecuali
MENULIS PUISI HATI

Kuharap fajar hidup tetap terbit dari ufuk timur ke ufuk barat
Tiada kata hari ini terucap di mulutku, bukan karena tak mau
Tapi tak sanggup terucap, terasa hampa dan tak bermakna
Aku muak, bosan, merana dan tak berdaya, kecuali
MENULIS PUISI HATI

Hari ini adalah hari ke 27 (1989) sekaligus hari ke 28 (1988) tahun
Dua-duanya benar. Dua-duanya fakta di balik akta dan sebuah tujuan
Hari ini adalah hari mengenangnya. Mengenang kehidupan dan cintanya
Yang kini harus singgah di hati sang pujangga hati yang tetap mencintainya
Tak ada kata lain “Selamat Ulang Tahun” cintaku.

Iklan

6 thoughts on “PUISI HATI (By Desfortin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s