DESFORTIN LUPA TEMAN LAMANYA ATAU DILUPAKAN

foto-kawan-lamaBunga-bunga itu bersemi kembali. Tampak indah dan berseri sehingga memukau mataku. Serayaku menatapnya, anganku melayang ke memori masa lampau. Memori dimana saat itu aku masih remaja dan sedang beranjak dewasa. Saat itu aku masih pelajar dan mahasiswa yang masih belajar (bahkan sampai saat inipun, aku tetap belajar) menapaki hidup ini.

Di bulan Desember ini aku tertunduk. Tertunduk untuk merenung sejenak. Rasa dan asa di dadaku begitu menyesak. Ada banyak hal yang kualami selama tahun 2016 ini. Kadang ingin tertawa, kadang ingin menangis. Kadang ingin marah juga. Kadang ingin diam menyendiri, kadang rasanya ingin berteriak membelah angkasa.

Life is not easy. Kadang hidup ternyata tak seperti yang diasa. Untuk Menjalani Hidup Dengan Bahagia diperlukan perjuangan. Manusia yang fana inipun tak luput dari salah dan khilaf. Tak mungkin pula menepis semua kerikil dan badai hidup dengan sekejap mata. Hanya dengan keyakinan dan bersandar kepada Sang Khalik, maka semuanya bisa dilewati.

Bulan Desember 2016 ini adalah bulan dimana aku kembali mengevaluasi diriku. Ada banyak jejak jalan yang sudah aku lalui di tahun 2016 ini. Di penghujung tahun ini pula, ada berbagai memori dan angan-angan yang terlintas, baik itu tentang kesuksesan maupun kegagalan, baik tentang suka maupun duka. Baik tentang keluarga, tentang pekerjaan, sampai tentang teman-teman lamaku.

Seiring aku mengingat semua memori dan angan itu, tiba-tiba pada tanggal 23 Desember 2016, ada seseorang menyapaku di dunia maya. Sapaan itu mengagetkanku sekaligus membuatku bergetar terharu. Aku tidak melihatnya. Begitu juga dia tidak melihatku. Kami tidak saling melihat secara fisik. Waktu itu sudah sangat larut malam. Jam menunjukkan sudah pukul 23.12 Wib. Namun mataku masih belum bisa terpejam. Aku masih asyik dengan gadgetku sambil bergerilya di dunia maya.

“Tcliingg …. “ bunyi pesan masuk di inbox messenger-ku. Malam-malam begini belum tidur juga. Siapa gerangan? Ternyata seorang wanita cantik.

“mlm rud msh ingat ma q kh” (itulah ketikan persisnya, orisinil)

Si Hitam Manis Yang Smart

ratih-deka

Kulihat foto dan nama akunnya. Seorang wanita cantik berkacamata. Namanya Ratih Deka. Setelah kujawab, aku menyadari, ternyata dia, si hitam manis itu. Dia teman lamaku. Wow …. Gak nyangka ya, gara-gara social media, bisa ketemu disini setelah kurang lebih 16 tahun lost contact.

Pada awalnya, akupun sudah lupa nama lengkapnya, ternyata dia adalah Ratih Dwi Kurniasari, putri pertama seorang pejabat kepolisian kala itu (sekitar tahun 1999-2000). Tak banyak memang memoriku tentang dia. Bahkan, tak ada pula hubungan “spesial” dengannya. Kami hanya teman biasa. Tapi yang pasti, dia adalah wanita smart and impressive yang pernah kukenal (mungkin ia menolak pujian ini, tapi bagiku yes, she is smart and impressive).

Tanpa kusadari, ternyata beberapa waktu yang lalu kami sudah berteman di Facebook. Aku lupa siapa yang nge-add duluan (tapi katanya sich dia dapat akun fb ku dari Yetriana, teman sekelas sekaligus nenek dari istriku). Mungkin karena saat itu aku lagi kurang fokus, jadi aku biasa-biasa saja dengan akun itu. Ternyata dia adalah temanku waktu SMP dulu, bahkan pernah sekelas.

Kamipun saling chat (ngobrol). Dan aku berbagi PIN sosmed (BBM dan WA) dengannya. Walau chatting hanya sesaat, karena ada yang “mengganggu” (ada panggilan teman dan pesan lain yang masuk di inbox BBM-ku), tapi keesokan harinya chatting-pun berlanjut, bahkan sampai via akun LINE.

Ratih Dwi Kurniasari adalah seorang juara kelas. Seingatku ia selalu berada di tiga besar. Sejak lulus SLTP, kami masing-masing melanjutkan sekolah ke tingkat SLTA. Aku sekolah di salah satu SMA Negeri di kota Pangkalan Bun – Kalimantan Tengah. Dia sekolah di salah satu SMA di Sukorejo – Jawa Tengah (menurut info di salah satu akun medsosnya). Kini ia tinggal di pulau Jawa. Ia sudah menikah dan dikaruniai 2 orang anak laki-laki. Selain sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga), ia juga bekerja sebagai seorang perawat di salah satu Puskesmas di Jawa Tengah. Salam Sukses untukmu kawan!

Si Macho Yang Usil

bambang-alias-beem

Tidak lama berselang setelah chatting dengan Ratih, malam itu, ada lagi pesan masuk di inbox BBM-ku. Kali ini seorang pria. Tampak dari foto akunnya, seorang pria (berkacamata juga) berkulit terang dengan perawakan “makmur”, maksudnya berisi alias nggak kurus, … agak gemukan dikit, tapi macho. Nama akunnya Beem. Identifikasi pertamaku, dia adalah seorang pengusaha atau konsultan.

Halo kawan apa kbr? Masih ingat gk sama aq?” (sedikit suntingan oleh Desfortin)

Akupun kaget. Sepertinya ia mengenaliku. Tapi aku bingung, apakah ada yang membagikan PIN BBM-ku ke orang ini? Perasaanku tadi aku cuma berbagi dengan Ratih saja. Lalu akupun mulai berprasangka, jangan-jangan ini Ratih yang pakai akun lain atau suaminya atau siapapun untuk make fun of me (mengerjain aku). Jadi malu rasanya.

Apa yang terjadi selanjutnya? Akupun balik menyapanya, dan bertanya tentang siapa dia sebenarnya. Dia jawab bahwa dia adalah teman sekelasku juga. “Just let me know pliz!”, pintaku serius. “Coba tanya Ratih siapa aq”, katanya. Wah, … aku makin curiga dech.  Siapa ya? Aku merasa penasaran sekali. Jangan-jangan aku lagi “dikerjain”. Kalau sudah berprasangka negatif duluan, biasanya orang jadi kurang rasional.

Setelah kami saling chat, walau dia bilang dia adalah sainganku di kelas waktu itu, aku masih tidak mengenalinya sama sekali. Seingatku waktu itu aku tidak punya teman cowok seperti yang dimaksudkannya.

Siapa ya? Aku ini sedang lupa, pikun atau apa ya? Sama sekali memoriku saat itu seperti lagi blank tentang dia, apalagi setelah beberapa kali kutebak, katanya jawabanku SALAH. Waduh… waduh … benar-benar dech, kayak hilang ingatan atau amnesia aja jadinya. Akhirnya, aku menyerah karena lupa, dan diapun memberitahuku tentang namanya. Ternyata dia barusan dapat PIN BBM-ku dari Ratih juga, hehe … Namanya adalah Bambang Eko Kardono.

Oh My God, Bambang Eko Kardono. He’s my old friend (Dia adalah teman lamaku). Koq bisa-bisanya aku lupa sama dia ya. Benar-benar blank. Gak kebayang banget, kalau ternyata itu adalah dia. Maklumlah, nggak banyak sich tentang dia yang kuingat. Karena kamipun sekelas waktu di kelas 3 saja. Waktu kelas 1-2 kami beda ruang kelas. Mungkin karena kami kurang akrab juga kala itu, jadi wajar saja kalau aku lupa.

Karena sudah larut malam, chatting-pun kami sudahi, dan akan dilanjutkan ke hari berikutnya. Ada rasa haru, puas bercampur malu kurasakan saat itu. Bisa-bisanya aku lupa dengan Bambang yang smart itu. Padahal aku cukup terkesan dengan kemampuan akademisnya waktu masih sekolah dulu.

Tanggal 24 Desember 2016, obrolan kamipun berlanjut, baik dengan Ratih alias Ratih Deka maupun dengan Bambang alias Beem. Padahal hari itu menjelang natal, tentu ada yang perlu dipersiapkan untuk ibadah natal dan juga jamuan natal esoknya. Untunglah keluarga besarku selalu siaga untuk itu. Jadi, aku tak perlu khawatir.

Aku begitu asyik chatting dengan mereka, karena mereka adalah teman-teman lamaku yang benar-benar hampir kulupakan, khususnya Bambang. Banyak hal dan cerita yang terlewatkan tentang masing-masing kami selama rentang waktu kurang lebih 16 tahun ini. Kini kami menikmati dan menjalani hidup kami masing-masing. Ada yang jadi guru, perawat, sampai karyawan perusahaan. It’s a grateful thing that I can see and keep in touch with them through this social media (syukur bisa ketemu dan terhubung dengan mereka via medsos ini).

Sebuah Fakta Baru yang istimewa (bagiku)

Sapaan akrabnya Bambang. Tapi dalam akun Facebook dan BBM-nya, dia memakai nama Beem. Saat ini dia tinggal di Ketapang, Kalimantan Barat. Menurut akun medsosnya itu, dia bekerja sebagai seorang Laboratory Supervisor di salah satu perusahaan (PT) di sana. Menurut info langsung darinya, dia sudah menikah dan dikaruniai 2 (dua) orang anak. Dua-duanya perempuan (Kalah dong …, aku baru satu soalnya, hehe …).

Bambang adalah temanku satu sekolah juga. Kami pernah sekelas saat kami sama-sama duduk di bangku kelas 3 (tiga) B di SLTP Negeri 1 Bulik, Kab. Lamandau-Kalimantan Tengah (waktu itu masih Kecamatan Bulik). Dia adalah sosok yang smart. Selama menjadi siswa SMP, seingatku (berdasarkan info dari dia juga), walaupun katanya dia jarang masuk kelas, cuma tetap belajar dengan pinjam buku catatan teman-teman lain saat mau ulangan, tetapi dia tidak pernah bergeser rangking dari 3 besar. Sama seperti aku waktu itu, tidak pernah bergeser dari rangking 1 dari kelas 1 sampai kelas 3 (hehe …. maaf, sedikit pamer ni ceritanya).

Walaupun kami pernah satu sekolah, bahkan satu kelas, tetapi jujur aku tidak banyak tahu tentang dia. Dulu aku kira (apa memang persis begitu juga, aku lupa) dia berasal dari Banjarmasin atau Kotawaringin. Tetapi belakangan ini, setelah kami ngobrol, aku menyadari ternyata dugaanku salah 1.000 %. Ternyata Bambang adalah asli dari Desa Kubung, Kec. Delang alias “siak dilangk” (orang Delang; cayoo mooo…).

Lebih lanjut, yang membuatku kaget lagi, dia juga mengatakan bahwa suami Yetriana (Stevanus Dua) itu masih termasuk pamannya. Sedangkan aku menikah dengan cucunya Yetriana itu. Astaga. Dua fakta inilah yang aku sebut sebagai fakta baru yang istimewa: Bambang adalah orang Delang, dan kini dia menjadi bagian istimewa dari keluarga besarku (meskipun bukan keluarga inti). Tapi hal inipun tidak disangka-sangka sebelumnya. Salam Sukses untukmu juga kawan!

Teman-Teman Lama Yang Lain

Selain Bambang dan Ratih, masih banyak teman-teman lamaku yang lain. Baik dari tingkat SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi. Disini aku tidak menulis tentang mereka semua. Cukup Bambang dan Ratih saja untuk mewakili. Itupun karena kedua temanku ini menginisiasi untuk menghubungiku via social media.

  • Teman-temanku semasa SD (satu angkatan). Ada Melina Eka Sari, Dira,  Adi Widodo, Dwi Antoro, Keli, Laila, Sumardi, Lipah (almr), Lunce, dll.
  • Teman semasa SMP (satu angkatan). Ada Tira Riadi, Frederika Norti, Normi, Ningsih, Siska, Nata, Arbani, Yetriana, Eris, Riris, Redi, Jojon, Suprianus, Lisa Agustina, Adi Karma, Febri Fifiadi, Rea Martino, Riadi, Elias Pimping, Pance, dll.
  • Begitu juga kawan-kawanku semasa SMA (satu angkatan). Ada Muhammad Suhardi, Mika Rio Rantau, Suarga, Yuyun, Kristina Prahesta, Dana Uli Ayu Oetami, Julianus, Yenny, Juadi, Yulia Puspitasari, Joristo Kaharap Toewak, Almir Yandi, Wendi, Nita Jumaida, dst.
  • Teman-teman kuliahku (satu angkatan). Ada Ritha Margaretha (My Lost Rose)Yisinta, Irwan, Elis Vina, Ferrawanti, Anita Fransiska, Aris Sugianto, Dedi Saputra, Dedi MT Suan, Arius, Siswadi, Satria Kurniawan, Dede, Suparda, Tari, Winda Meidianti, Etty Rachmawati, Tisia Pratiwi, Eventri, Ayena, Rella Andreini, Astria Fleopatra, Purnama Ayu, Desy, Rooswinda Pakpahan, dst.

Sebagian dari mereka, aku punya akses kontaknya di media sosial (at least di fb atau instagram), tapi sebagian besar lagi, aku tidak tahu dimana mereka dan apa kabar mereka semua. Apakah aku (Desfortin) atau mereka yang telah melupakan? Padahal di era kecanggihan teknologi saat ini, jarak bukan lagi menjadi alasan utama. Media Sosial seperti Facebook, BBM, Twitter, WhatsApp, LINE, Instagram, Skype, Telegram, dll menjadi pilihan media komunikasi. Semoga mereka membaca tulisanku ini, dan kita bisa reunian lagi.

Apakah Semua Orang Peduli Masa Lalu?

Menurutku, tidak semua orang peduli dengan masa lalu. Mungkin bagi sebagian orang, bertemu teman lama adalah hal yang “tidak mengasyikkan”. Karena baginya hidup adalah apa yang ada sekarang, bukan mengenang masa lalu. Kenangan “manis” dan “berkesan” menurut kita, bisa saja dipandangnya sebagai hal yang “merepotkan” dan bahkan “nggak penting”. Karena itu, memang tak perlu juga memaksakan teman lama kita untuk mengenang masa-masa yang menurut kita “manis” dan “berkesan” itu.

Tapi bagiku, ketemu dengan teman lama setelah lama tak bertemu, sekalipun hanya lewat dunia maya (internet), adalah hal yang mengasyikkan. Ada rasa gembira, haru dan puas. Ingin rasanya bercerita kembali mengenang masa-masa lalu itu. Tak peduli apakah itu kenangan manis atau pahit.

Itulah yang kualami pada tanggal 23 Desember 2016 yang lalu itu. Pertemuanku dengan Ratih dan Bambang membuatku terharu (ahhh… Desfortin, tumben mellow banget sich loe kali ini….). Ya, pertemuanku dengan mereka itu mengingatkanku tentang arti pertemanan dan tentang mengapa kita sering melupakan, khususnya melupakan masa lalu dan teman lama. Apakah karena memang pelupa? Atau, ada penyebab lain?

Ada banyak alasan orang melupakan teman lama. Tapi setidaknya menurutku, ada 4 alasan orang melupakan masa lalu, khususnya yang berkaitan dengan teman lama.

1.    Masa Lalu Yang Tak Berkesan
Jika masa lalu itu “datar-datar” saja, biasanya cenderung dilupakan. Apalagi itu adalah momen yang kurang bermakna alias kurang berkesan. Teman yang “dingin” juga sulit untuk dikenang.

Tetapi kejadian yang berkesan, entah itu kesan positif atau negatif, membuat orang sulit melupakannya. Misalnya, menjadi bintang sekolah (idola), orang yang sering bikin kita sakit hati, orang yang mempermalukan kita di depan umum, teman yang sering usil, orang atau teman yang pernah kita naksir atau sebaliknya dinaksirin, dan masih banyak lagi peristiwa berkesan lainnya.

2.    Jarang Berkomunikasi (Lost Contact)
Faktor kedua yang membuat kita mudah melupakan masa lalu dan teman lama adalah karena kita jarang berkomunikasi, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Lost contact atau kehilangan akses komunikasi membuat seseorang mudah untuk melupakan dan dilupakan.

Karena itu, menjalin komunikasi yang intens, baik dengan teman-teman yang sekarang maupun dengan teman-teman lama, membuat kita selalu terhubung (daring). Dengan komunikasi yang baik dan intens pula, maka ada banyak manfaatnya, misalnya kita bisa berbagi cerita, pengalaman, selalu updated, stay informed, dlsb.

3.    Menganggap Masa Lalu Tidak Penting
Masa lalu itu tidak terlalu penting. Kita hidup bukan untuk masa lalu tapi untuk saat ini dan untuk masa depan. Begitu kata sebagian orang. Mereka yang beranggapan bahwa mengingat masa lalu hanya membuang-buang waktu saja, biasanya cenderung mudah melupakan.

Padahal menurutku, masa lalu itu penting. Dari masa lalu kita bisa belajar tentang hari ini dan hari esok. Dari pelajaran sejarah pula kita bisa terhindar from making the same mistakes (dari membuat kesalahan yang sama) di masa selanjutnya.

4.    Lupa Begitu Saja
Mungkin poin 2, dan poin 4 ini yang membuatku lupa dengan teman-teman lamaku itu. Mungkin Anda juga begitu. Menurut hai hai alias Arief Chrisdiyanto, temanku yang adalah sang suhu itu, kita tidak JAHAT alias tidak berbuat TAK BAIK. Sebenarnya kita mau berbuat baik dengan selalu mengingat dan memperhatikan. Namun kita TIDAK punya komitmen untuk mewujudkan KEINGINAN berbuat baik itu. Kita berpikir ADA orang lain saja yang melakukannya.

Kita sering sekali melupakan kedua orang tua kita. Kita lupa kedua mertua kita. Kita lupa saudara kandung kita. Bahkan kita lupa akan teman-teman lama kita. Mengapa LUPA? Kita LUPA bukan karena tidak menyayangi mereka, namun karena KITA hanya LUPA begitu saja.

Itu sebabnya, mari kita MELAWAN LUPA dan melawan MELUPAKAN orang-orang yang kita sayangi.

Terakhir

Masa lalu adalah sejarah. Teman-teman lama adalah sejarah kita. Karena itu, selagi memori masih ada, janganlah lupakan teman lama Anda, juga orang-orang yang Anda sayangi. Selagi jantung masih berdetak dan nafas masih berhembus, jangan lupakan masa lalu. Masa lalu adalah pelajaran buat masa kini dan masa depan. Kita ada karena sejarah. Namun jangan lupa, kita hidup tak boleh selalu “menoleh ke belakang” sehingga lupa menatap ke depan. Jadikan sejarah pelajaran berharga untuk menatap masa depan dengan penuh pengharapan.

Blog ini kubuat khusus untuk mengingat teman-teman lamaku. Juga sebagai kado akhir tahun ini. Terimakasih medsos. Terimakasih Ratih Dwi Kurniasari dan Bambang Eko Kardono. Kalian berdualah inspirasiku menulis blog sederhana ini.

Semuanya gara-gara medsos. Medsos telah membuatku ketemu Ratih. Gara-gara Ratih aku ketemu Bambang. Dan gara-gara Bambang pula, aku ingin reunian dengan teman-teman lamaku yang lain. Jadi, gara-gara medsos aku bisa terhubung dengan kalian lagi.  Please, keep in touch, dan aku ucapkan buat teman-teman semua, baik yang sekarang maupun teman-teman lama:

“Selamat Mengakhiri Tahun 2016 dan Menyambut Tahun Baru 2017”
Semoga di tahun 2017, kita semakin lebih baik lagi. Amin.

Salam Cerdas,

Desfortin

Iklan

10 tanggapan untuk “DESFORTIN LUPA TEMAN LAMANYA ATAU DILUPAKAN

  1. Koq, baru rilis bro Desfortin.
    Kayaknya kamu terkesan banget sama cewek itu. Jangan-jangan, ada apa-apanya ya, hehe …

    Mengingat masa-masa sekolah bareng teman-teman lama memang seru.

    Selamat Mengakhir Tahun 2016 dan menyambut tahun baru 2016 bro Desfortin.
    Sukses selalu ngeblognya

    Suka

  2. Dia teman lamaku dan teman biasa aja koq, mas Buran. Di atas kan udah aku jelaskan.

    Anda tahu, bernostalgia ke masa lalu itu sangat seru dan mengasyikkan. Hari ini di fb, aku ketemu lagi dengan Lisa Agustina, salah satu teman lama juga yang sekarang tinggal di Kuala Kurun-Gunung Mas.

    Makasih atas support. Selamat Menyambut tahun baru 2017. Semoga sukses juga

    Suka

  3. Hai Desfortin, walau panjang, tulisanmu asyik juga untuk dibaca. Kalau ketemu teman lama itu mengasyikkan, gimana kalau ketemu kawan baru kayak aku? Itupun kalau kamu mau temanan sich, soalnya aku beda lo dengan orang normal.

    Salam kenal, si bisu yang lagi belajar nulis
    @Jaja Aryadi

    Disukai oleh 1 orang

    1. Wah …. Salam kenal juga. Mas atau atau bapak ni panggilnya? Mas aja ya.

      Kalau saya sich senang-senang aja baik ketemu teman lama, apalagi dapat teman baru. Gak apa-apa, apapun kondisi setiap orang, saya gak suka beda-bedain, sepanjang niatnya baik buat temanan, ya kan?

      Sukses aja mas Jaja
      Selamat Tahun Baru 2017, mas

      Disukai oleh 1 orang

    1. Halo mas bro, nyantai aja kali ye, gak usah panggil kak, jangan2 aku lebih muda darimu, hehe ….

      Mengingat/mengenang masa lalu yang indah itu memang seru dan mengasyikkan. Tapi bagi sebagian orang, itu hanya wasting time.

      Ok siip… Salam menulis juga. Semoga kita tetap semangat menulis

      Selamat menjalani hari ke-4 di tahun 2017 ini.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s