Belajar Dengan Mind Map Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa

manfaat-mind-map

Sumber Gambar: guraru.org

Hari ini adalah hari ke-12 di tahun 2017 dan hari ke-8 saya bergumul dengan para siswa di kelas. Inilah tugas seorang guru. Mengajar mungkin relatif mudah, tetapi mendidik belum tentu. Akan tetapi, sebagai seorang guru/pendidik tentu harus sudah siap dengan segala konsekuensinya. Saya sadar bahwa ada berbagai “kendala” dan tantangan yang saya hadapi di sekolah ini, namun itu semua tak membuat saya kalah atau menyerah dengan situasi yang ada. Ini justru mendorong saya untuk lebih bisa mengatasinya.

Karena itu, hari ini saya mengajak para siswa di kelas untuk mengevaluasi kesulitan belajar mereka. Apa yang menjadi kendala mereka dalam mengikuti berbagai pelajaran di sekolah, dan bagaimana mengatasinya. Tidak mudah, memang. Apalagi bila berhadapan dengan siswa yang sudah terbiasa dengan sistem belajar konvensional, juga pengaruh kultur (budaya) di tempat terpencil di desa seperti ini, yang tentunya masih relatif jauh dari kemajuan perkembangan teknologi dan informasi.

Apapun alasannya, guru dan siswa harus menyadari bahwa belajar (learning) itu adalah sebuah proses memaknai praktek atau pengalaman. Belajar seharusnya membawa perubahan, dan perubahan itu adalah kecakapan baru yang diperoleh dari usaha yang disengaja.

Oleh karena itu, komponen penting dalam belajar adalah pengalaman atau praktek yang multi ranah dan multi cerdas yang menumbuhkan keberanian, kapasitas berkarya dan bertindak. Proses belajar merupakan upaya memutar siklus belajar yaitu, proses pengalaman/praktek, kegiatan membaca, kegiatan menulis dan kemampuan mempresentasikan.

Otak manusia, menurut Prof. Roger Wolcott Sperry, memiliki 2 bagian, yaitu otak kiri dan otak kanan yang mana masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Menurutnya pula, bahwa kecerdasan manusia itu tidak tunggal melainkan majemuk (Multiple Intelligences). Lebih lanjut, menurut Prof. Howard Gardner, sedikitnya ada 8 kecerdasan yang dimiliki manusia, yaitu: Logika, Bahasa, Intrapersonal, Interpersonal, Visual, Fisik, Musik dan Natural.

Semua kecerdasan itu memiliki tingkatan yang berbeda-beda dan unik. Kecerdasan manusia tidak bersifat tetap pada saat dilahirkan, melainkan dapat dikembangkan sepanjang hidupnya. Dengan kecerdasan itu manusia bisa belajar dengan berbagai gaya atau model. Ada 3 learning styles (gaya belajar) atau kecenderungan model belajar, yaitu visual, auditory dan kenesthetic. Oleh karena itu seharusnya tidak ada kesulitan yang dihadapi oleh siswa dalam belajar asal bisa mengoptimalkan fungsi-fungsi otak tersebut.

Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ada banyak kesulitan yang dialami siswa dalam proses belajar itu. Beberapa penyebab kesulitan belajar tersebut adalah:

  1. Kondisi Fisik Yang Lemah
  2. Buruknya Manajemen Waktu
  3. Pengajaran Konvensional
  4. Tugas Terlalu Banyak
  5. Timbulnya Konflik atau Masalah
  6. Rendahnya Motivasi.

Melihat beberapa masalah di atas, maka di kelas (VII) tadi pagi, saya mencoba menawarkan beberapa metode belajar kepada para siswa. Ada berbagai cara/strategi untuk mengatasi masalah belajar, antara lain yang bisa dilakukan dan cukup efektif pelaksanaannya adalah dengan membuat MIND MAP (Peta Pikiran/Peta Konsep). Setelah menerima penjelasan dan contoh terkait Mind Map, ternyata mereka cukup tertarik untuk mengaplikasikannya. Saya juga berharap semoga ke depannya ada perubahan yang berarti dalam hasil belajar mereka karena menggunakan metode ini.

Apakah Mind Map itu?
Mind Map adalah bentuk pencatatan dengan struktur radian yang sangat menarik karena dipenuhi oleh aneka warna, kata, angka, gambar, kode, dan simbol sebagai hasil yang kreatif dengan pemakaian seluruh ketrampilan otak kiri dan kanan secara simultan dan sinergis.

Langkah-langkah dalam membuat Mind Map:

1.    Paper (Kertas) :

  • Harus dalam posisi mendatar (landscape).
  • Harus polos (blank).
  • Mulai dari titik pusat kertas (start-center).

2.    Line (Garis) :

  • Garis harus berubah dari yang lebih tebal (thicker) ke yang lebih tipis (thinner).
  • Semua garis-garis harus terhubung (connected).
  • Panjang (length) garis harus sama dengan panjang kata (word) atau gambar (picture).

3.    Word (Kata) :

  • Gunakan hanya kata kunci (key words), sebagai inti-sari suatu ide sehingga lebih mudah diingat dan dihubungkan dengan ide lainnya.
  • Gunakan huruf kapital pada semua cabang utama.
  • Haya satu kata pergaris, untuk menstimulai suatu ide menjadi bagian-bagian kecil yang saling berhubungan.

4.    Image (Gambar) :

  • Gunakan gambar 3-dimensi bila memungkinkan, untuk menstimulasi otak kanan.
  • Gunakan gambar yang kuat, untuk gambar pusat (central image), karena merupakan ilustrasi topik sehingga dapat memperkuat fokus dan konsentrasi.
  • Gunakan sebanyak mungkin kode dan simbol, untuk mengaktifkan otak kanan dan mind map menjadi lebih menarik sehingga meningkatkan daya ingat.

5.    Colors (Warna) :

  • Gunakan paling sedikit 3 warna, karena akan mengaktifkan otak kanan serta dapat meningkatkan daya ingat dengan bentuk yang lebih menarik.
  • Beri kode warna untuk menghubungkan setiap tema sehingga pengelompokan akan lebih jelas dan mudah diingat.

Contoh Mind Map (1):

Gambar Mind Map.jpg

Sumber Gambar: amfab.files.wordpress.com

Contoh Mind Map (2):

mind-map-belajar-tenses

Sumber Gambar:biggerplate.com

Terakhir

Belajar dengan Mind Map itu mengasyikkan dan mengesankan. Anda tidak akan memahaminya sebelum Anda mengaplikasikannya sendiri. Catatan yang berupa garis, kata-kata, gambar dan warna itu membuatnya lebih berkesan dari sekedar membaca rangkaian tulisan. Konsekuensi dari kesan yang diciptakan itulah sehingga membuat siswa (pembelajar) menjadi lebih mudah mengingatnya.

Bagi Anda para guru, apakah Anda menemukan kesulitan dalam mengajar di kelas, atau kehabisan cara untuk mengatasi kesulitan belajar para siswa Anda? Mungkin strategi belajar dengan menggunakan Mind Map ini bisa Anda coba dan tawarkan kepada mereka. Semoga dengan Mind Map (Peta Pikiran/Peta Konsep) proses belajar merekapun bisa lebih bermakna.

Apabila Anda punya usul/saran lain (tidak hanya para guru), harap jangan dipendam. Anda bisa membagikannya pada kotak komentar yang tersedia di bawah ini. Saya akan dengan senang hati membaca dan meresponsnya.

Salam Cerdas,

Desfortin

Sumber Rujukan:



Iklan

20 thoughts on “Belajar Dengan Mind Map Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa

  1. Saya baca sekilas kurang paham. Soalnya mind mapping sering saya dengar digunakan blogger profesional. Masalahnya saya nggak ngerti prosesnya seperti apa. Untung postingan mas destorfin membantu menjelaskannya.

    Suka

    1. Mind Map sebenarnya sudah umum di dunia pendidikan. Sayangnya sebagian guru kurang memperhatikannya sehingga siswapun tidak tahu (karena tidak diajari). Padahal mind map (MM) adalah salah satu model belajar yang cukup efektif untuk meningkatkan daya ingat, kreatifitas dan pemahaman siswa.

      Sayapun baru hari ini mencobanya, walau sudah 2 tahun saya mengetahuinya. Dulunya saya abaikan. Saya anggap tidak penting. Tapi setelah saya baca (more deeply) teori-teorinya, dan saya coba hari ini di kelas, saya menemukan bahwa selama ini sebagai guru ternyata saya telah mengabaikan sesuatu yang seharusnya sedari awal disadari.

      Saya pikir Mind Map bukan saja hanya cocok untuk siswa, kita yang dewasapun bisa mengaplikasikan prinsip-prinsipnya, baik sebagai guru atau pekerja lainnya sesuai bidang masing-masing, khususnya untuk pekerjaan yang membutuhkan daya ingat yang lumayan tinggi.

      Terima kasih atas komentarnya, mas Shiq4.

      Suka

  2. Waktu aku masih di SLB dulu, metode belajar dengan Mind Map seingatku pernah juga disampaikan oleh salah seorang guru kami. Namun sayangnya, aku malah tidak mengerti. Apa mungkin krn aku orangnya acuh tak acuh atau apa waktu itu, aku kurang paham juga.

    Yang pasti setelah baca blogmu ini aku jadi sedikit pahamlah. Tapi karena aku kerjaan sehari-hari cuma jaga warung, kayaknya metode mind map ya cuma sekedar bacaan dech. Gpp sich. Kan nambah ilmu juga.

    Oke bro Desfortin. Tks buat postingannya ya.

    Suka

  3. Dulu saya sering belajar pake cara ini tapi baru tahu kalau namanya Mind Map. Metode ini cukup ampuh untuk memahami teori yang panjang, yang sangat susah untuk dihapal karena hanya dibutuhkan sebuah kata kunci untuk memancing ingatan.

    Tulisan yang bagus mas, saya yakin muridnya pasti cepat paham dengan metode-metode belajar kreatif yang anda terapkan. 🙂

    Suka

    1. Mind Map, kalau saya udah tahu lumayan lama, tapi penerapannya pada siswa baru tahun 2017 ini. Tahun lalu saya malah abaikan. Karena melihat beberapa siswa motivasinya belajar rendah sekali, maka saya coba tawarkan lagi cara ini, khususnya untuk mensiasati beberapa Mapel yg cenderung hapalan.

      Saya lagi menunggu output nya semester ini, untuk sementara sih, kata para siswa metode ini cukup menarik.

      Disukai oleh 1 orang

    1. Ya, mas. Saya ngajar di salah satu SMP. Dulu sebelum mutasi ke SMP, saya ngajar di SMA.

      Anda masih SMA? Wah, luar biasa tu, masih muda udah jadi bloger, konten2 Anda menarik banget lo.

      Ya, mas. Mind map really works for students in learning.

      Disukai oleh 1 orang

  4. Wah….makasih penjelasannya. Terus terang selama ini saya belum pernah menerapkannya. Yang sering paling peta konsep biasa, dan belum lama ini di pelatihan mulai mengenal aplikasi X Mind 7, Sepertinya mirip ya dg Mind Map ini? Tapi MM di buat di kertas. Maaf kalau saya salah Dan..
    Salam kenal dengan sesama guru ya pak, mungkin bedanya bapak guru masa kini dan saya guru dulu-dulu he he he

    Suka

    1. Salam kenal juga.

      X Mind 7 malah lebih canggih tu. MM dibuat di kertas memang, cukup simple. Guru masa kini? Kayaknya Anda yang guru masa kini.
      Saya juga masih terus belajar ni, sekolah kami malah di daerah terpencil lagi. Jadi tantangannya udah bisa dibayangkan kali ya, hehe …

      Maaf, boleh tahu Anda mengajar bidang apa?

      Disukai oleh 1 orang

      1. He..he…he..jangan salah pak, saya sering ketemu guru dari tempat terpencil malah maju-maju cara berfikirnya, karena kebanyakan mereka masih muda dan lebih menguasai teknologi dibanding kami-kami yang sdh tua, yg mana saat kuliah komputer saja belum kenal. he..he…
        Saya guru biologi, kalau bapak?

        Suka

  5. Tulisan yang bagus Mas Desfortin. Ketika Anda mengaplikasikan teknik mind map pada pembelajaran, apalagi pada siswa yang sudah terbiasa pada sistem belajar konvensional dan belum pernah mengenal mind map , apakah ada hambatan atau kesulitan-kesulitan pada siswa saat proses belajarnya ? jika ada, mohon di share tentang hambatan-hambatan tersebut. Terimakasih 🙂

    Suka

    1. Terima kasih Astharie. Ini pola / konsep bljar yg sya tawarkan kpd siswa atas dsar kesulitan bljar yg mereka alami.

      Hambatan2 yg berarti tidak ada sih, cuma yg pasti mereka hrus beradaptasi dg pola ini. Sejauh ini fine2 saja. Kebanyakan senang dan asyik2 sja, hasil bljar mrekapun lumayan meningkat meski tidak drastis, butuh proses memang. Bgtu.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s