3 Bulan Mengudara (Ngeblog) Bersama WordPress: “3 Inspirasi dan 3 Kesan”

beranda-wordpress

Sumber Gambar: wordpress.com

Pertama kali saya mulai ngeblog di WorPress.com adalah pada tanggal 24 Oktober 2016. Artinya, sampai hari ini saya sudah sekitar tiga bulan mengudara (on air) bersama WordPress.com. Jujur, sampai saat ini, saya belum bosan ataupun jenuh menjalaninya, bahkan semakin bersemangat, meski tidak bisa update tulisan setiap hari (karena memang tidak ada keharusan begitu, dan juga karena memang bukan tugas utama) dan saya hanyalah bloger pemula, yang menjadikan ngeblog sebagai hobi, bukan obsesi, tetapi setidaknya seminggu sekali saya selalu usahakan untuk rilis konten terbaru.

Kenapa saya belum bosan atau jenuh sampai saat ini? Apakah mungkin karena saya sudah (sedikit) menemukan cara dan trik agar tidak mengalaminya? Mungkin saja, dan sepertinya Tips Mengatasi Rasa Bosan Ngeblog dan Cara Mencegah Rasa Jenuh Ketika Ngeblog yang ditulis oleh Shiq4, dan tips Mengatasi Kejenuhan Ngeblog dari Rezky Yayang Yakhamid ini, sedikit banyak telah turut membantu saya dalam mengantisipasi kebosanan/kejenuhan ngeblog. Terima kasih mas Shiq4 dan mas Yengky atas blog Anda yang sangat informatif dan inspiratif tersebut.

Dalam postingan kali ini, saya akan membagikan inspirasi awal saya ketika memulai blog Desfortin Menulis (Blog Gado-Gado Ala Desfortin). Ya, semacam flashback or something like that-lah. Juga tentang kesan ngeblog yang saya rasakan selama kurang lebih 3 bulan ini.

Wait, kalau mau lanjut bacanya, kudu sabar dan teliti ya, soalnya kali ini saya akan menulis postingan sepanjang kereta api, dan ini adalah blog terpanjang yang pernah saya tulis dalam sejarah ngeblog saja. Tapi saya akan tetap mencoba membuat Anda tetap nyaman membacanya, semoga!

Oya, kalau biasanya bloger mengingat (merayakannya) setelah 1 atau 2 tahun ngeblog, dan lebih bangga lagi bila ada ucapan selamat (khusus) dari WorPress.com, karena dari segi stats hits yang fantastis, tetapi saya tidak, walaupun tidak ada hal yang terlalu istimewa dalam blog ini, postingan dan stats hits pun belum seberapa, tetapi (setidaknya) tujuan saya adalah untuk mengingat saja (bukan selebrasi) dan pula untuk menyemangati diri sendiri supaya semakin konsisten dalam menulis blog. Semoga yang lain yang juga newbie seperti saya, semakin lebih bersemangat lagi.

Dan untuk postingan kali ini, saya akan memberikan banyak link, dan bahkan link terbanyak yang pernah saya lakukan selama saya ngeblog di WordPress ini. Mohon maaf, bagi Anda yang merasa terganggu. Ijinkan saya melakukannya kali ini saja demi melengkapi poin-poin bahasan yang relevan dalam saya merefleksikan perjalanan mengudara (ngeblog) bersama WordPress.com selama kurun waktu 3 bulan ini.

Well, kalau boleh jujur, dan sekalian as a flashback, waktu itu saya mulai ngeblog di WordPress ini, intinya terinspirasi hanya oleh karena tiga hal berikut ini.

My Daughter, My Inspiration
Pertama, inspirasi saya muncul karena melihat tumbuh-kembangnya putri tersayang kami, Ruth Amora, yang saya anggap lumayan mengagetkan saya, dimana pada bulan Oktober 2016 itu, dia menunjukkan beberapa “karyanya”, yakni berupa cerita fiktif murni (buku kecil/coretan bocah), kepada ayahnya.

Saya terkesan dan kagum sekali setelah membacanya. Ternyata anak seusia dia imajinasinya luar biasa dan lagi seru-serunya berkembang. Sangat sayang kalau saya mengabaikannya begitu saja. Sebagai orang tua saya sadar bahwa saya harus memacunya untuk terus mengembangkan potensi dirinya. Saya juga harus lebih peduli lagi kepadanya.

Selain itu, agaknya berguna bila saya membagikan kesan ini dalam bentuk tulisan sehingga bisa dibaca oleh banyak orang. Terkait hal ini, saya telah menuliskannya pada blog yang berjudul Peduli Anak Sejak Dini.

My Will, My Inspiration
Kedua, inspirasi saya muncul karena suatu keinginan. Bahkan seorang filsuf pernah berkata bahwa dunia ini adalah phenomenon of the will (fenomena keinginan). Ingin pandai, ingin sukses, ingin kaya, ingin berbuat baik, dan ingin-ingin positif lainnya, semua itu adalah BAIK adanya. Tetapi cara untuk mencapainya itu, jauh lebih baik dan lebih penting. Dan, lebih baik dan lebih indah lagi adalah keinginan untuk berbagi.

Saya harus akui bahwa berbagi itu indah. Memang tidak semua hal bisa dibagikan (misalnya berbagi istri, atau berbagi pacar sendiri kepada teman, wkwkwk …..). Tetapi berbagi itu perlu. Untuk bisa berbagi, kita perlu membiasakannya. Satu pertanyaan, apakah dengan berbagi maka kita akan semakin kurang? Kalau berbagi secara materil mungkin iya. Tetapi berbagi secara non materil (moril), misalnya berbagi ilmu, berbagi kasih/kebaikan, berbagi Tips Bahagia dan berbagi hal positif lainnya, saya kira kita tidak akan berkurang, tetapi justru akan bertambah. Itulah hukum rohani yang kerap tidak disadari sebagian orang.

Ada orang yang pelitnya minta ampun, saya tidak mengerti, jangankan berbagi materi, berbagi ilmupun dia enggan. Sebagai seorang guru di sekolah, saya menyadari sekali bahwa semakin banyak ilmu yang saya bagikan kepada siswa saya, maka saya merasa ilmu saya semakin bertambah dan semakin terasah. Ini fakta.

Nah, keinginan saya untuk berbagi ilmu melalui tulisan telah menginspirasi saya melahirkan blog Desfortin Menulis ini. Saya rindu membagikan sesuatu melalui tulisan, setidaknya untuk mendokumentasikan berbagai momen penting dan mengarsipkan pengetahuan atau sudut pandang saya sehingga bisa dijadikan sebagai rekam jejak dalam sejarah hidup saya. Saya juga meyakini bahwa menulis adalah cara cerdas untuk tetap waras dan eksis sampai kapanpun, meskipun kita telah tiada.

Saya juga berharap dengan berbagi melalui blog seperti ini, saya akan mendapatkan umpan balik dari para pembaca blog saya. Bagi saya itu sangat positif, dan tentu membahagiakan.

My Online Friend, My Inspiration
Ketiga, inspirasi saya muncul karena melihat dan membaca tulisan-tulisan “bombastis”, “fenomenal” dan “langka” ala logika bengcu alias suhu hai hai, khususnya di blog bengcumenggugat.wordpress.com dengan stats lebih dari 3 juta hits. Dia adalah salah seorang teman (kenalan) saya di dunia maya, seorang bloger yang “unik” dan “cerdas”, yang tulisan-tulisannya selalu “laris-manis” (entah itu dipuji maupun dikritik).

Sejak 2015, saya, bahkan mungkin banyak yang lain dan jauh sebelum tahun itu, menggelarinya sebagai Pendekar Seruling Sakti, karena kemana-mana selalu membawa seruling. Seruling adalah senjata ke-13 (menurut filosofi Tionghoa). Dan, saya juga mengenalnya sebagai seorang teolog jalanan yang “bandel” yang mengupas Alkitab dengan cara yang “dahsyat” serta “bombastis”, namun kadang “menyebalkan” (tentu ini hanyalah persepsi saya, Anda boleh menyangkalnya).

Sebenarnya sih, jauh sebelum itu saya sudah mengenal dan berteman dengan hai hai ketika saya ikutan ngeblog pada tahun 2007-2008 di http://www.sabdaspace.org (hanya waktu itu saya sekedar ikutan). Dan, lebih khusus serta istimewa sekali, kami pernah bertemu langsung pada tahun 2015 yang lalu di Jakarta (waktu itu saya ada agenda dinas bersama sejumlah kepala sekolah dari beberapa kota di Indonesia). Sejak pertemuan dengannya kala itu, bagi saya, hai hai bukan lagi teman yang hanya ada di dunia maya, tetapi benar-benar Luna Maya, ehh…. maaf, maksudnya ada di dunia nyata.

Bayangkan, selama kurang lebih 7 tahun (jika dihitung sejak 2009 sampai 2015), saya samasekali vakum ngeblog. Dalam rentang waktu itu, saya hanya eksis di media sosial, khususnya facebook. Namun begitu, walau saya hanya eksis di media sosial, tetapi saya juga tetap menjadi pembaca setia blog bengcu menggugat. Hanya saja, saya biasanya menjadi silent reader (pembaca diam) di blog tersebut dan sesekali share (membagikan) beberapa konten blognya di akun medsos.

Tulisan-tulisan “dahsyat”nya itu, yang bagi sebagian orang (baik awam maupun pro) mungkin terlalu keras untuk dikunyah, terus merangsang pemikiran saya. Ada banyak yang saya setujui, tetapi ada juga yang sukar saya terima (yang sukar diterima belum tentu salah, yang mudah diterima belum tentu benar), khususnya yang berkaitan dengan teologi.

Karena terpacu oleh itu, ingin rasanya saya juga ikutan berkomentar lagi untuk memberikan pandangan dan perspektif saya (soalnya, waktu di sabdaspace dulu tidak “sesadis” ini). Tetapi saya dirundung oleh keraguan, apakah saya bisa atau justru hanya mempermalukan diri sendiri. Sayapun merenung untuk sekian waktu. Kemudian saya berpikir, kalau saya tak berani melangkah, maka selamanya tak akan pernah bisa.

Seiring berjalannya waktu, sayapun semakin keasyikan membaca dan mengikuti blog bengcu menggugat tersebut. Saya juga secara reflektif berkata pada diri sendiri, “Koq, cuma jadi pembaca diam ya, bagaimana rasanya kalau saya sendiri juga nimbrung secara terang-terangan dengan membuat blog pribadi? Bukankah saya bisa dengan lebih bebas (dalam artian positif) membagikan gagasan dan berkomentar langsung di blog tersebut, atau di blog-blog yang lain?”

Dengan berbekal sedikit (bahkan sangat minim) pengalaman tentang WordPress, dan sambil learning by doing (belajar sambil berpraktik) serta meminta bantuan kepada salah seorang rekan saya, yang juga adalah pemilik akun http://www.jagadbayu.wordpress.com ini, akhirnya saya mencoba memberanikan diri membuat akun blog pribadi di WordPress.com.

beranda-desfortin-menulis

Karena ketiga inspirasi di atas, my daughter, my will, dan my online friend (suhu hai hai) itu, maka keinginan ngeblog sayapun kembali kambuh, bahkan nampaknya bakal menjadi hobi baru saya di tengah-tengah kesibukan saya sebagai seorang pendidik di sekolah. Tepat pada tanggal 24 Oktober 2016, lahirlah blog Desfortin Menulis ini dengan postingan perdana berjudul Sebuah Opini Tentang hai hai.

Selanjutnya, dalam kurun waktu 3 bulan ini, waktu yang relatif singkat memang, sesungguhnya saya belum banyak menerbitkan konten yang sangat memuaskan. Maklumlah, kan masih newbie alias masih pemula. Namun yang pasti, selama 3 bulan ngeblog bersama WordPress.com ini, ada banyak pengalaman atau kesan yang saya dapatkan.

Kalau saya ceritakan semua pengalaman itu, maka agaknya tidak cukup waktu dan space di postingan kali ini. Sepertinya Andapun ingin buru-buru menyelesaikan membaca blog ini, bukan? Semoga tidak bosan juga bacanya ya, soalnya masih 3 poin penting lagi ni yang bakal saya bagikan. Kalau capek, rehat dulu dech sebentar (hehe .. soalnya rada males ni kalau dibagi ke part-part terpisah, dan kayaknya fokusnya masih jelas saja kan?), saya kesulitan merangkai kata yang lebih menarik dari ini. Karena itu, saya hanya mengambil top three saja (biar tetap berkisar di angka 3).

Berikut 3 kesan ngeblog bersama WordPress.com yang saya rasakan selama kurang lebih 3 bulan ini.

Ngeblog Itu Bukan Cuman Nulis
Pertama, Ngeblog atau menulis blog bukan sekedar menulis. Tetapi juga menulis secara sistematis sehingga mudah dipahami dan to the point. Membahas suatu isu secara singkat langsung kepada intinya adalah tantangan tersendiri bagi saya. Saya merasakan tidak segampang mengetahuinya.

Ngeblog bukan cuman nulis dan menerbitkan konten, tapi bagaimana mengelola blog, promosi blog, blogwalking, dst itu jauh lebih sulit. Dibutuhkan semangat dan kerja keras dalam memperhatikan blog, kesediaan meluangkan waktu untuk blogwalking (kecuali Anda sudah sangat mahir sekali), tidak sungkan membagikan blog ke berbagai media promosi, dst.

Memang, sebagai penulis pemula terus menulis (menerbitkan) konten secara rutin adalah cara yang tidak keliru untuk mengasah kemampuan menulis. Tulis saja dulu, jangan terlalu hiraukan pengunjung, follower atau komentar yang masuk, kalau tidak berguna untuk saat ini, mungkin akan berguna pada masa mendatang.

Tapi sampai kapan? Bukankah kita menulis juga memerlukan orang lain yang (setia) membaca gagasan-gagasan kita? Apa jadinya kalau tidak ada yang membacanya? Mau beralasan hanya untuk arsip saja? Atau, senang-senang saja? Tidak salah juga sih. Tapi bagi saya, menulis bukan sekedar untuk mengarsipkan ilmu pengetahuan dan mentransfernya, tetapi juga menerima masukan (input) dari pihak lain. Dengan begitu biasanya kita akan mendapatkan masukan baru, sehingga konten kitapun semakin baik.

Konten yang semakin baik tentu akan sangat bermanfaat bagi para audiens. Agar audiens merasa yakin akan kredibilitas kita sebagai penulis yang baik, maka konten yang baik itu perlu dipertahankan dan bahkan dikembangkan. Ingat, konten yang baik tidak selalu lahir dari sebuah ide yang brilian, tetapi konten yang baik terletak pada keberanian penulis untuk mengeksekusi suatu ide, entah itu ide jenius ataupun ide buruk, sepanjang itu diolah dengan baik, maka akan meninggalkan kesan yang mendalam bagi audiens. Itu kesan yang saya dapatkan dari konten-konten blog Shiq4.

Lebih lanjut menurut Shiq4, bahwa nyawa suatu tulisan tidak bergantung seberapa bagus sebuah ide, atau seberapa panjang atau pendeknya tulisan, tetapi sejauh mana ide tersebut diolah sedemikian rupa oleh penulis sehingga audiens (pembaca) memahami ide yang disampaikan itu dengan baik.

Ngeblog bukan cuman nulis, tetapi juga mencari perspektif baru, khususnya dari para bloger lain senior yang sudah berpengalaman, khususnya bagaimana mereka mempengaruhi emosi pembaca. Bagi saya pribadi, mempedulikan emosi pembaca adalah perspektif baru. Karena kadang saya terlalu egois untuk mengekspresikan segala emosi dan unek-unek saya.

Membuat pembaca nyaman saat membaca blog kita perlu kemampuan untuk menyusun kalimat yang menarik dan enak dibaca, dimana mereka merasa diperhatikan. Bagian ini, jujur, saya cukup kesulitan melakukannya, termasuk ketika saya membuat kalimat pembuka sehingga orang bisa terus nyaman membaca. Dan sampai saat tulisan ini dirilispun saya masih bergumul untuk bagian ini.

Kesulitan yang saya rasakan dalam bagian ini adalah karena kadang persepsi dan budaya penulis sedikit (jauh) berbeda dari persepsi dan budaya pembaca (audiens). Syukurlah kesulitan ini tidak mematahkan semangat saya. Toh menulis juga bukan untuk memuaskan semua orang, bukan? Jadi, santai saja, tidak perlu takut dikritik.

Ngeblog Itu Mengasyikkan (seru)
Kedua, ngeblog itu mengasyikkan alias seru. Tidak tahu dengan Anda, kalau saya selama kurang lebih 3 bulan ini, saya begitu menikmati sekali ngeblog. Bahkan, keasyikannya sulit untuk saya gambarkan secara retorik. Pokoknya mengasyikkan (seru).

Membaca blog sendiri asyik, membaca blog dari bloger lain (apalagi yang memang berbobot) juga asyik. Saya tidak pernah dengki melihat bloger lain yang sukses. Saya justru senang karena melihat orang sukses. Selain itu, saya juga bisa belajar tips atau rahasia suksesnya, kalaupun ia pelit berbagi, maka saya akan “curi” ilmunya. Prinsip saya, kalau saya juga ingin sukses, maka sayapun harus berjuang. Kalau dia bisa, kenapa saya tidak? Menjadi iri apalagi dengki bukan sikap yang terpuji. Sikap demikian hanya menambah derita.

Karena itu setiap kali ngeblog, saya selalu menikmatinya alias tidak terpaksa. Keasyikan itu terbukti dengan betahnya saya ngeblog selama sekian jam. Melihat dan membaca berbagai informasi dan pengetahuan baru dari blog-blog yang ada membuat saya begitu semakin termotivasi. Bagi saya, mengetahui pengetahuan-pengetahun baru itu sangat mengasyikkan. Dunia ini luas memang dan kitapun tidak mungkin ahli dalam segala bidang. Tapi bila Anda mampu menjelajahi banyak bidang, itu adalah sukacita tersendiri sebagai makhluk yang diciptakan dengan potensi rasio.

Selama 3 bulan ini, jujur saja, ilmu saya tentang ngeblogpun masih seujung kuku. Tetapi bukankah kalau sudah merasa pintar, maka orang cepat berpuas diri dan tidak berkembang? Saya tidak mau seperti itu. Selagi jasmani dan rohani masih sehat, maka saya akan gunakan untuk terus mengasah potensi diri.

Dengan ngeblog, saya juga senang karena bisa mengetahui tentang beberapa istilah dalam dunia blogging, seperti SEO, Blogwalking, Copywriting, External (Outbound) Link, Internal Link, Hyperlink, dst. Semua itu sebenarnya bisa dibaca tanpa mesti ngeblog, tetapi bagaimanapun melalui terjun langsung dengan ngeblog, saya jadi tahu pentingnya istilah-istilah itu and bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan blog kita.

Ngeblog Itu Saling berinteraksi dan Saling Belajar dari Pelajaran Bloger Lain
Ketiga, Ngeblog itu harus berinteraksi dan saling belajar dari bloger lain. Bukan hanya di dunia nyata kita perlu interaksi, di dunia mayapun prinsipnya sama. Karena dengan berinteraksi, kita bisa bertukar informasi atau pengalaman.

Bagi saya, belajar adalah sebuah proses memaknai praktek atau pengalaman. Dan belajar harus membawa perubahan, dan perubahan itu adalah kecakapan baru yang diperoleh dari usaha yang disengaja.

Blog-blog yang begitu banyak dari para bloger lain itu, saya yakin adalah hasil belajar juga dari pelajaran bloger lainnya. Bloger lainnya belajar juga dari bloger-bloger lainnya. Demikian seterusnya.

Untuk bisa belajar kita perlu objek lain di luar diri kita. Saya menganggap bahwa bloger lain itu juga adalah objek saya belajar, demikian juga sebaliknya. Artinya, kita tidak bisa hidup sendiri. Untuk mendapat umpat balik kita perlu masukan orang lain sehingga kita tidak menjadi seperti “katak dalam tempurung.” Kadang apa yang kita pandang baik belum tentu baik di mata orang lain. Saya yakin, dengan banyaknya teman kita (bloger lain), dan banyaknya orang yang menghargai kita, maka kitapun bisa mendapatkan berbagai persepsi dan sudut pandang yang mungkin baik untuk kita ikuti atau hindari.

Melalui ngeblog bersama WordPress ini, saya senang bisa berkenalan dan berinteraksi dengan bloger lain, apalagi mereka yang memang sudah berpengalaman. Senang, karena selain menambah teman, saya juga mendapatkan berbagai perspektif lain (baru) yang sangat positif. Yang tadinya saya tidak tahu menjadi tahu.

Selama kurun waktu 3 bulan ini, saya bersyukur bisa berteman dengan para bloger lain (selain bengcu maksudnya), seperti, Shiq4 (M. Liudin), DYF (mas Firman), Didi Sahertian, Setiyanto Hendi, Jaja Aryadi, dan banyak lagi yang lainnya. Mereka semua punya brand dan karakter uniknya masing-masing, intinya mereka sangat membuka wawasan berpikir saya.

Shiq4, yang sangat “ahli” dalam urusan menulis topik tentang tips ngeblog dan tips menulis. Bahkan 2 brand itu adalah brand utama yang sungguh terbangun dalam blog-blognya. Bukan hanya itu, dia juga sangat piawai untuk menuangkan berbagai ide, sehingga dia punya slogan menulis, yakni “tidak ada ide yang tidak bisa direalisasikan”.

Dari Shiq4 saya belajar tentang bagaimana agar blog rame dikunjungi dan diikuti atau disubscribe; kenapa pengunjung tidak kembali lagi ke blog Anda, sehingga blog Anda tampak sepi. Saya juga belajar tentang berkomentar yang baik dan bagaimana komentar dapat merusak reputasi blog kita, dan masih banyak lagi pelajaran penting lainnya. Semua blog Shiq4, bisa dibaca di SINI. Ada sekitar 390 postingan yang mostly layak untuk Anda baca. Bahkan saya berjanji pada 2017 ini, saya akan melahap habis semua konten tersebut.

Lalu, saya juga belajar dari mas Rezky yang masih SMA (katanya sich), namun konten-konten blognya juga oke punya. Darinya saya juga belajar tentang komentar yang baik, bahwa bukan hanya sekedar ingin dapat komen balik, kunjungan balik atau minta perhatian, tapi lebih pada mencari ilmu dan berbagi informasi. Saya juga belajar bahwa salah satu cara berkomentar yang baik adalah dengan mengapresiasi, berpendapat (menyarankan) dan (bisa) juga bertanya. Konten-konten lain yang juga oke punya dapat Anda baca di blognya tersebut, termasuk tentang menulis fiksi.

Dari Didi Sahertian saya belajar tentang apa artinya menjadi IRT (walau saya tetap jadi ART=Ayah Rumah Tangga), namun tetap bisa ngeblog. Walau dengan konten ringan, tetapi saya salut, bahkan selama satu bulan ini, dia update konten hampir setiap hari. Walau ringan, tapi apa yang ditulisnya sangat inspiratif, bahwa menulis itu apa saja bisa ditulis asal jeli dan ada niat untuk menulis; tidak perlu menunggu ide brilian baru menulis. Ide buruk sekalipun bisa dituangkan kedalam tulisan asal diolah dengan baik.

Dengan ngeblog di WordPress, saya juga semakin mengenal dan mengetahui sudut pandang beberapa bloger sedaerah saya, seperti pak Bayu (Mr. Kaze), pak Triadi, Aprimeno, dst. Ayo bloger Lamandau lainnya, baik yang belum eksis maupun yang sudah eksis, show your self dan mari berkawan disini!

Sekali lagi, semua mereka telah bersumbangsih positif atas diri saya, khususnya dalam berkonsep atau bersudut pandang. Terima kasih semuanya. Ingin saya tuliskan tentang kalian semua, tapi hal itu tak mungkin dalam satu postingan blog seperti ini, selain bisa kepanjangan juga, karena memang tidak ada keharusan atau mungkin juga tidak etis.

Then, I would like to express my best thanks to WordPress.com for giving me a lot of chance to write many blogs since the first time until now. Long life WordPress.com!

Terakhir
Sejujurnya, saya tidak punya target khusus yang jitu untuk masa depan blog saya ini (walau bisa saja bertarget, tapi kalau gagal gimana?) termasuk urusan branding. Yang saya tahu adalah terus belajar, belajar dan belajar mengembangkan blog ini. Semoga dengan berjalannya waktu, ada perkembangan yang lebih baik.

Untuk mengingat perjalanan 3 bulan saya ngeblog bersama WordPress ini, inilah tulisan-tulisan yang sudah saya terbitkan sejak pertama kali ngeblog (Blog Gado-gado).

  1. Sebuah Opini Tentang hai hai
  2. Blunder Logika Aktivis Anti Miras
  3. Peduli Anak Sejak Dini
  4. Leader Without Leadership
  5. Cinta Ashoka dan Kaurwaki Di Mata Seorang Desfortin
  6. Menulis, Ibarat Makan dan Minum
  7. Guru=Pahlawan Tanpa Tanda Jasa?
  8. SMPN 1 Batang Kawa Menyambut Natal Tahun 2016
  9. Puisi Hati
  10. Menjalanai Hidup Dengan Bahagia
  11. Merayakan Natal Bersama Keluarga Besar SMPN 4 Bulik
  12. Antara Desfortin, Rudi, dan Luna Maya
  13. 4 Pertanyaan Sulit?
  14. Desfortin Lupa Teman Lamanya atau Dilupakan
  15. Agar Selalu Datang “On Time”
  16. Alasan Utama Pasangan Selingkuh

Untuk membaca postingan-postingan selanjutnya, silakan klik disini saja ya!

Itulah sharing saya tentang 3 inspirasi awal ngeblog saya atau flashback tentang blog Desfortin Menulis, dan 3 kesan yang sudah saya dapatkan selama 3 bulan mengudara (ngeblog) bersama WordPress.com. Cukup panjang lebar. Tapi saya ucapkan terima kasih bagi yang sudah membacanya sampai tuntas, saya (mungkin) tahu kesan Anda setelah membaca blog ini, tapi itu mungkin, artinya belum pasti. Apapun kesan Anda, apalagi dengan panjangnya tulisan ini, saya berharap Anda mengambil nilai positifnya.

Demikian pengalaman saya. Saya telah menuliskannya. Saya yakin Andapun punya banyak pengalaman dan (sangat) mungkin berbeda dari pengalaman saya. Karena itu, jangan sungkan, bila ada saran (kritik), Anda dapat menyampaikannya secara terbuka. Tuliskan saja di kotak komentar yang telah disediakan di bawah ini.

Salam Cerdas,

Desfortin

Iklan

13 thoughts on “3 Bulan Mengudara (Ngeblog) Bersama WordPress: “3 Inspirasi dan 3 Kesan”

  1. Tulisan yang panjang, tapi tetap enak dibaca.

    Blog saya sudah berumur hampir satu tahun tapi kayaknya saya baru mulai rajin blogwalking 2-3 bulan belakangan.
    Saya setuju bahwa yang membuat aktivitas blogging menyenangkan adalah interaksi dengan bloger-bloger lain.
    Seingat saya, waktu umur blog saya 3 bulan saya sudah bosan nge-blog karena sepi.

    Senang bisa kenal anda di wordpress mas. 😄

    Disukai oleh 2 orang

    1. Terimakasih sudah berkomentar, mas Firman. Saya senang mendengar feedback dari Anda. Anda adalah orang pertama yang mengatakan blog ini enak dibaca walau panjang, serius ni ya mas? Lebih dari 2000 kata lo blog ini saya tulis. Saking keasyikan menulis sampai lupa klo sudah katanya sebanyak itu.

      Itu menurut Anda begitu. Mari kita tunggu apa komentar yg lain, saya justru akan senang mengetahui perspektif yg berbeda, karena itu pasti akan berdampak positif bagi saya.

      Iya, mas. Syukurnya saya belum bosan, mungkin karena keduluan baca2 triknya dari bloger lain khususnya Shiq4 kali ya.

      Blog2 mas Firman juga oke punya, tentu sy jg bljar. Saya merasa begitu “bodoh” dalam menulis resensi dan ulasan olahraga, apalagi kalau fiksi, padahal saya suka dengan cerpen/cerbung bahkan novel.

      Makanya, saya juga ingin belajar dari para bloger lain disini.

      Oke, mas Firman. Senang juga berkenalan dengan Anda, semoga kita selalu keep in touch.

      Disukai oleh 2 orang

      1. Mungkin karena anda nulisnya enjoy jadi saya juga bacanya enjoy hehe

        Oke mas, semoga bisa bertahan lama di wordpress biar kita bisa sama-sama belajar menjadi bloger yang lebih baik lagi. Amin.

        Suka

  2. Klo nulis blognya konsisten ntar juga pengunjung ramai sendiri kok mas. Dulu saya kira ngembangin blog itu susah, jadi saya menulis lika-liku perjalanan ngeblog saya. Nggak saya sangka tulisannya disukai orang lain, bahkan udah pernah direview blogger lain.

    Sulit menjelaskan prosesnya. Nanti seiring dengan pengalaman ngeblog yg bertambah, pasti mas desfortin akan memahami sendiri satu-satunya cara terbaik mengembangkan blog karena setiap blog itu unik dan punya cara unik untuk mendapatkan pembaca.

    Disukai oleh 2 orang

  3. Woww, sangat berkualitas, bermanfaat bgi para blogger yg kehilangan motivasi untuk rajin2 ngeblog, :v
    Kalau saya sihh mulai ngeblog sebenarnya dari mei 2015, kelas 9 smp akhir, dan saya ngeblog di mywapblog, soalnya saya belum punya andro kaya sekarang ini. Dulu ngeblog cuma bermodalkan hp java gan, nahh awal juni 2016 lalu, saya pindah nihh ke wordpress soalnya kaya gk nyaman lgi ngeblog di mwb, dan ternyata bener mwb ditutup november 2016 lalu, dan sampai sekarang saya masih setia di wordpress,

    Disukai oleh 1 orang

    1. Terima kasih Rezky. Beneran, saya salut lo dengan Anda. Sangat jarang saya temukan anak/remaja seusia Anda yg rajin nulis blog, apalagi yang oke punya. Sampai saat ini, dalam satu kabupaten ini, baru 2 atau 3 orang aja anak sekolahan yg ngeblog, tapi itupun saya liat kurang konsisten nulis.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s