Melafalkan Konsonan F, P dan V Secara Benar

how-do-you-spell

Postingan hari ini sederhana saja. Sangat ringan bahkan terkesan sangat sepele. Bagi Anda yang berada di luar Kalimantan atau bagi Anda yang sudah erat dengan dunia literasi mungkin postingan kali ini kurang relevan. Tapi tidak ada salahnya jika Anda juga sejenak memperhatikannya.

Saya melakukan hal ini dalam rangka saya mengembangkan kembali gaya menulis bebas. Walau bebas tapi gak sebebas-bebasnya juga sih, tetap perlu pemilihan diksi dan pikiran yang sehat. Bagaimanapun, yang pasti saya sangat menikmati sekali dalam menulis bebas ini.

Saat ini saya sedang teringat dengan pengalaman saya saat berhadapan dengan siswa baru, baik waktu saya masih bertugas mengajar di SMA dulu maupun pada saat ini ketika saya bertugas di SMP.

Begini, saya sering berhadapan dengan para siswa baru yang baru lulus dari jenjang pendidikan sebelumnya, baik yang baru masuk dari tingkat SD maupun SMP. Anda tahu, saya adalah seorang pengajar Bahasa. Biasanya materi di awal masuk tidak pernah terlewatkan tentang abjad (the alphabet).

Pada saat pembelajaran materi tentang alfabet, selain saya mengajarkan spelling-nya dalam Bahasa Inggris, saya juga mengecek kemampuan para siswa mengucapkannya (melafalkannya) menurut kaidah ejaan dalam Bahasa Indonesia.

Tahu tidak? 80 % siswa yang saya ajar, mereka ternyata mempunya konsep yang berbeda saat mengucapkan konsonan-konsonan dalam abjad tersebut, khususnya konsonan F, P dan V. Siapa yang salah dalam hal ini? Si siswanya, karena memang terpengaruh kultur setempat, atau si orang yang telah mengajarkannya sebelumnya itu? Hhhmm … dua-duanya kali ya.

Baik, begini. Kita runut dulu dari awal alur berpikir yang mau saya bagikan ini.

Kita tahu bahwa dalam Abjad Latin, yang juga diadopsi oleh beberapa negara termasuk Indonesia, terdiri dari 26 huruf. Lima (5) huruf vokal dan dua puluh satu (21) huruf konsonan. Huruf vokal (vowel) atau disebut juga huruf hidup, yakni A, E, I, O dan U. Selebihnya adalah huruf konsonan (consonant) alias huruf mati. Terkait sejarah Abjad Latin bisa dibaca DISINI.

Dari SD, bahkan dari pra sekolah (TK), kita sudah mengenal 26 huruf tersebut. Menuliskannya pun kita lancar. Tak ada kendala sama sekali. Bahkan sampai kuliah pun (bagi sebagian Prodi) kita masih diajarkan lagi, khususnya saat belajar bahasa (atau Bahasa Inggris). Urusan menuliskan semua abjad tersebut tidak ada masalah, bahkan dengan pede dan lancar sekali kita melakukannya. Bukan begitu?

Tapi giliran melafalkannya atau mengucapkan huruf-huruf tersebut dengan sempurna, maksudnya yang sesuai dengan kaidah  bahasa atau EYD Bahasa Indonesia, apakah selancar dan sepede itu? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, ternyata tidak.

Dari 21 konsonan yang ada, ada 11 konsonan yang kadang sebagian individu keliru dalam melafalkannya, bahkan sampai orang dewasapun atau bahkan yang sudah jadi gurupun fakta ini benar-benar terjadi.

Namun yang paling sering bermasalah adalah saat melafalkan konsonan F, P dan V. Selain karena sebagian mereka memang sulit mengucapkannya dengan benar, juga (mungkin) karena mereka telah diajarkan dari generasi ke generasi secara demikian. Dan mereka anggap itu biasa saja. Is that true?

Bagaimana sebagian individu melafalkan konsonan F, P dan V? Mereka melafalkan konsonan “F” sebagai [ep]; konsonan “P” sebagai [pi] dan konsonan “V” sebagai [vi]. Bagaimana, apakah Anda juga melafalkannya demikian? Jika Anda melafalkan konsonan tersebut dengan cara seperti di atas, maka itu jelas pemahaman Anda selama ini masih keliru.

Apakah Anda baru saja melakukan itu? Atau, Anda masih memegang keyakinan tersebut? Terima kasih Anda membaca blog ini, saya akan memberi tahu Anda cara yang tepat dalam melafalkan konsonan-konsonan tersebut. Maklumlah karena saya seorang guru, jadi maaf kalau saya sedikit (terkesan) menggurui Anda.

Konsonan “F” harus dilafalkan sebagai [ef], bukan [ep]

Konsonan “P” harus dilafalkan sebagai [pe], bukan [pi]

Konsonan “V” harus dilafalkan sebagai [ve], bukan [vi]

Sebenarnya bukan hanya 3 konsonan itu yang kerap bermasalah saat sebagian orang melafalkannya (utamanya itu sih), tapi juga beberapa konsonan lainnya (8 huruf), seperti konsonan B, C, D, G, J, T, W, dan Y.

Ada sebagian siswa, sebagian teman guru, bahkan beberapa orang awam maupun “tokoh” tertentu  mengucapkan 8 konsonan tersebut secara keliru alias tidak sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Atau, kadang tidak konsisten alias berubah-ubah.

Sebagian individu melafalkannya sebagai berikut:

Konsonan “B” mereka lafalkan [bi], padahal seharusnya yang benar adalah [be]

Konsonan “C” mereka lafalkan [ci], padahal seharusnya yang benar adalah [ce]

Konsonan “D” mereka lafalkan [di], padahal seharusnya yang benar adalah [de]

Konsonan “G” mereka lafalkan [gi], padahal seharusnya yang benar adalah [ge]

Konsonan “J” mereka lafalkan [ji], padahal seharusnya yang benar adalah [je]

Konsonan “T” mereka lafalkan [ti], padahal seharusnya yang benar adalah [te]

Konsonan “W” mereka lafalkan [wi], padahal seharusnya yang benar adalah [we]

Konsonan “Y” mereka lafalkan [yi] atau [ey], padahal seharusnya yang benar adalah [ye]

Selebihnya untuk alfabet lainnya, pengucapan atau pelafalan yang benar bisa Anda dengar melalui audio (video) berikut. Klik saja DISINI.

Konsep yang keliru tersebut kadang membuat saya merasa janggal saat mendengarkan mereka mengucapkannya atau saat mereka bercakap-cakap yang kebetulan memakai beberapa kata atau singkatan konsonan itu. Oleh karena alasan itulah, saya terus mengajarkan kepada mereka (para siswa) cara pelafalan yang benar (lafal baku).

Dan syukurnya, kecenderungan setelah mereka saya ajari, merekapun berubah dan bisa melafalkannya secara normal, walau sesekali masih bisa keliru juga. Saya yakin itu disebabkan karena mereka sudah terbiasa atau terpapar dengan kultur dimana mereka tinggal dan bergaul.

Perhatikan beberapa kata atau singkatan berikut. Saya mencontohkan pelafalan yang keliru (lafal tidak baku) dan pelafalan yang benar (lafal baku).

tabel-fonem-ala-desfortin

Demikian bahasan ringan saya kali ini. Semoga bermanfaat bagi semua yang senang berbahasa secara lebih baik dan lebih benar. Jika ada yang (mungkin) kurang atau Anda punya respons lain tentang bahasan di atas, jangan ragu untuk menyampaikannya pada kotak komentar di bawah ini. Terima kasih.

Salam Cerdas,

Desfortin

Iklan

19 thoughts on “Melafalkan Konsonan F, P dan V Secara Benar

  1. Biasanya orang2 yang sudah berumur yg salah dalam pelafalannya. Tapi bingung juga sih bagaimana menjelaskannya kepada orang yg salah melafalkan. Soalnya kesalahan yg ditiru banyak orang bisa jadi masalah besar di kemudian hari.

    Suka

    1. Di tempat saya mas Shiq4, bukan hanya org yg berumur yg kerap salah dlm pelafalannya, tapi juga para siswa, khususnya mereka yg belum pernah ketemu saya dan mendapat kelas saya, wkwk…

      Sebenarnya sih ga apa2 juga keliru, tp kalau kita yg udah educated yang melakukannya agaknya ironis juga.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Saya kadang bingung dengan bahasa. Sulit klo nurut saya. Apalagi klo bergaul dengan anak gaul yg ntahlah dapat kata darimana. Berasa nggak ngerti apa2 tentang bahasa.

        Suka

  2. Mengenai kekeliruan pengucapan huruf “F” dan “V” sebenarnya tak hanya terjadi di Kalimantan saja mas. Saya sering menemui orang Jawa atau Sunda yang masih salah mengucapkannya, bahkan bukan hanya orangtua tetapi juga anak-anak muda. Dugaan saya itu karena dalam kebanyakan bahasa daerah, huruf “F” dan “V” tidak lazim digunakan.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ya, mas. Orang Sunda juga katanya begitu. Tapi saya tidak mau mengambil contoh dari luar, takut salah. Kalau dari kampung sendiri kan sudah jelas, karena sudah hari-hari mengalaminya, jadi bukan katanya lagi, hehe …

      Betul, karena “F” dan “V” memang tidak lazim digunakan. Sayapun waktu masih SD dan SMP dulu melakukan hal yang sama. Baru pas SMA dan kuliah, saya menyadarinya secara utuh. Ironisnya bukan karena tahu dari belajar Bahasa Indonesia, tapi setelah saya belajar Bahasa Inggris. Guru dan dosen saya mengajarkan kalau pelafalan bahasa Inggrisnya begini, dan bahasa Indonesianya begitu.

      Sebenarnya sih, hal ini kita anggap salah/keliru, itu karena kita membandingkannya dengan standar suatu bahasa, dalam hal ini Bahasa Indonesia. Karena kita memahami kaidah bahasa Indonesia atau bahasa asing lainnya seperti Bahasa Inggris, pelafalannya seperti itu dan sperti itu, ya gak? Wkwkw…..

      Disukai oleh 1 orang

  3. Maaf saya tidak berkomentar tentang kesalahan melafalkan huruf tetapi ingin berbagi dan bertanya pada mas Desforin. Setelah mengajar puluhan tahun di Luwuk Sulteng saya sering menemukan kesalahan tulisan oleh para siswa saya (dari tahun ke tahun saya temukan), yakni menghilangkan huruf “h” pada kata tertentu, misalnya kata “darah” ditulis “dara”, kata “sudah” ditulis “suda”dan masih banyak lagi, bahkan ada juga yang seharusnya tidak ada huruf h tapi ditambah huruf h. Hal ini karena apa ya mas? Apa karena kesalahan pengajar sebelumnya atau perpengaruh kultur atau apa ya…?

    Suka

    1. Wah, maaf baru dibales komentarnya. 4 hari ini saya offline total. Jaringan kami down.

      Nah, terkait tanggapan Anda itu, mohon maaf saya baru dengar dari Anda, saya belum pernah punya pengalaman semacam itu, hehe…. maaf ni ilmu saya ternyata belum seberapa.

      Tapi kalau boleh berasumsi sih, mungkin saja itu ada kaitannya dengan pengaruh kultur setempat atau bahasa daerahnya, karena dalam teori bahasa itu mungkin saja terjadi, khususnya teori error analysis. Kemungkinan lain, misalnya si pengajar mereka sebelumnya, boleh jadi, tapi menurut saya kecil kemungkinannya.

      Tapi sekali lagi, itu cuma (masih) asumsi saya, Anda jauh lebih persis tahu mestinya. Lagian saya tidak punya gambaran sama sekali tentang kultur di Sulteng. Begitu mbak.

      Disukai oleh 1 orang

        1. Anda menguasai bahasa setempat? Saya pikir itu menjadi cara untuk mencari tahu masalahnya.

          Kalau masalah F, P, V sepeti yg saya ulas di atas, saya yakin itu karena:
          1. Kultur dan bahasa setempat
          2. Dari generasi ke generasi mereka diajarkan secara salah

          Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s