5 Saran Agar Tetap Mencintai Pekerjaan

Sumber Gambar : jumpstartnetwork.org

Choose your choice and love your choice. Pilihlah pilihan Anda, dan cintailah pilihan itu. Itulah yang saya tulis dalam postingan terdahulu. Begitu juga halnya dengan bekerja. Kita perlu memilih pekerjaan dan mencintainya agar bisa bekerja dengan maksimal.

Ya, bekerja adalah bagian dari keseharian hidup kita. Hampir setiap hari kita bekerja. Dari pagi, siang hingga sore hari. Bahkan ada juga yang sampai larut malam bekerja. Kadang semuanya tampak melelahkan. Begitu sibuk, begitu kewalahan, begitu menguras tenaga dan pikiran. Kadang juga minim istirahat.

Tapi pernahkan kita mengevaluasi pekerjaan dan kinerja kita? Apakah kita benar-benar mencintai pekerjaan yang kita geluti saat ini? Atau, bagaimana agar kita tetap bisa bertahan dengan pekerjaan kita?

Kerja, kerja, dan kerja. Semuanya demi satu tujuan. Atau dua, atau tiga tujuan, atau bahkan mungkin lebih dari itu. Memang, bekerja itu harus punya tujuan sehingga lebih terarah dan kita punya alasan cukup untuk semakin mencintai pekerjaan kita.

Adalah suatu kenyataan bahwa ada sebagian orang yang saya lihat mulai bosan dengan pekerjaannya. Meski itu tidak dikatakannya secara verbal, tapi dari cara dan kinerjanya, saya tahu bahwa yang bersangkutan tidak serius dengan pekerjaan yang dilakukannya alias tidak benar-benar mencintai pekerjaannya. Menurut saya, itu memprihatinkan.

Dan bagian terburuk lainnya adalah, yang bersangkutan masih tetap saja bertahan dengan pekerjaannya, namun tidak bisa menunjukkan kinerja dan dedikasi yang baik. Gaji tetap terima tapi tak sebanding dengan kinerja. Semuanya nampak kacau. Sembarangan. Dan terkesan semaunya. Meski tentu itu ada alasannya, tapi tidakkah itu memalukan?

Jika Anda mengalami hal semacam di atas, sebaiknya Anda serius mengevaluasi diri Anda agar keprihatinan demi keprihatinan tidak terus menimpa Anda. Selain itu, agar Anda terlihat lebih bermartabat. Sebab bekerja tidak profesional, selain merugikan diri sendiri, juga merugikan orang lain.

Sebelum citra buruk semakin jauh menggerogoti dan merongrong Anda, atau sebelum Anda ditegur bahkan dipecat oleh atasan Anda, sebaiknya segera atasi.

Tidak fokus atau tidak betah kerja secara umum mungkin disebabkan oleh 2 hal, yakni jenis pekerjaan yang kurang cocok atau lingkungan kerja yang tidak mendukung.

Tapi apapun itu, dan pekerjaan apapun yang telah kita pilih, untuk tetap betah dan mencintainya, beberapa hal berikut perlu diperhatikan dan terlebih diterapkan.

1. Miliki Niat Baik dan Rasa Syukur

Pekerjaan apapun jika dikerjakan dengan niat yang baik, pasti akan berbuah manis. Jangan anggap bekerja itu sekedar mengisi waktu luang atau sekedar gengsi supaya tidak dianggap nganggur, tapi sungguh-sungguh diniatkan untuk kebaikan.

Selain itu, syukurilah pekerjaan yang kita dapatkan itu sebagai anugerah Tuhan. Dan lakukan pekerjaan itu sebagai bagian dari ibadah. Intinya muliakanlah Tuhan melalui setiap pekerjaan kita. Niatkan itu.

2. Jangan Berfokus pada Uang atau Gaji

Memang salah satu tujuan bekerja adalah mendapatkan uang atau gaji. Gaji yang bagus membuat kita betah bekerja, tapi kecintaan pada pekerjaan itu jauh lebih penting. 

Rasa cinta membuat seseorang bekerja lebih maksimal, lebih produktif dan lebih profesional tentunya. Jadi fokus kita bukan melulu uang atau bayaran.

3. Hindari Magabut

Waktu terbaik seseorang sebenarnya bukan pada saat santai atau pasif, tapi pada saat aktif dan proaktif.

Sebagaimana waktu mencari kerja kita proaktif, demikian juga saat sudah bekerja sebaiknya jangan hanya pasif menunggu gaji tapi tidak dibarengi kinerja yang sebanding. Itu mental yang sangat buruk.

Magabut = Makan Gaji Buta

4. Lihat Sisi Positif dan Lakukan Yang Terbaik

Mungkin pekerjaan kita saat ini terkesan membosankan atau biasa-biasa saja. Tapi jangan cepat-cepat mengeluh. Selalu lihat sisi positif.

Misalnya, pikirkan bagaimana perjuangan kita yang keras dalam mendapatkan pekerjaan ini. Ada banyak orang atau saingan yang telah kita kalahkan. Pikirkan juga bahwa ada banyak orang yang merindukan pekerjaan tapi belum kunjung juga mendapatkannya.

Kemudian, jangan bekerja asal-asalan. Karena selain itu bisa menumpuk pekerjaan, juga bisa membuat stres yang berujung pada citra diri yang buruk.

Melakukan tugas dan bagian kita dengan baik adalah salah satu cara agar kita mencintai pekerjaan kita. Jadi, tak perlu terlalu memikirkan imbalan. Yakinlah bahwa jika kita bekerja dengan sungguh-sungguh dan profesional, maka hal-hal baik akan menyusul.

5. Sadari Jenis Pekerjaan dan Kepribadian

Misalnya pekerjaan kita itu menuntut agar masuk kerja lebih awal alias disiplin tinggi, tapi kita terbiasa bebas dan suka datang telat, maka indikasi bahwa pekerjaan itu tidak sesuai dengan kepribadian kita (tapi sebenarnya sih pekerjaan apapun memang harus disiplin).

Menurut saya, kalau itu tidak cocok, jangan ragu untuk mundur dan mencari pekerjaan lain. Tapi kalau tetap tidak berani (tidak bisa) keluar dari pekerjaan ini, sebaiknya ubah kebiasaan buruk itu. Dan datanglah tepat waktu. Karena datang tepat waktu (on time) itu memang penting.

Bermasalah dengan datang on time? Mungkin tips agar datang on time yang pernah saya tulis ini bisa membantu.

Terakhir

Menurut saya, orang yang benar-benar mencintai pekerjaannya tidak terlalu banyak protes dan ia selalu menunjukkan etos kerja yang diharapkan. Itulah caranya untuk mencerminkan dirinya.

Ingat! Dan harus selalu diingat, bahwa pekerjaan kita tidak mencerminkan siapa kita, namun bagaimana kita bekerjalah yang mencerminkan siapa kita.

Kita tentu tidak ingin berakhir dengan memprihatinkan, bukan? Karena itu, menunjukkan kinerja yang baik itu sangat perlu. Dan sekali lagi, beberapa saran di atas mungkin baik untuk diperhatikan dan diaplikasikan agar kita tetap mencintai pekerjaan kita.

Apakah Anda sedang bermasalah dengan pekerjaan Anda saat ini? Atau Anda semakin mencintai pekerjaan yang Anda pilih itu? Mungkin cerita Anda akan menjadi masukan berharga disini.

Salam Cerdas,

Desfortin

Iklan

6 thoughts on “5 Saran Agar Tetap Mencintai Pekerjaan

  1. Saya sih nyaman2 aja bekerja selama ini. Tapi akhir2-mikir buat nyari pekerjaan lain. Saya butuh uang lebih untuk mencoba hal2 baru buat percobaan bulog saya. Tapi nggak harus juga sih, soalnya masih belajar teori doang sejauh ini ha ha ha…..

    Suka

    1. Ya mas, yg penting nyaman. Berkat nyaman biasanya kerjanya beres. Berapapun income yang diterima, tapi klo disyukuri semuanya terasa indah.

      Saran saya mas Shiq4 segera jadi penulis buku atau cerpenis atau sejenisnya lah. Anda kan nulisnya hebat. Apa udah pernah datangi beberapa penerbit?

      Suka

      1. Saya sudah berjanji untuk tidak lagi menulis buku untuk tujuan komersial mas desfortin. Pernah bermasalah ha ha ha…. Tapi kalo e-book tidak masalah. Rencananya baru mulai tahun 2019. Setelah tantangan menulis selesai saya baru akan mulai menyusun e-book gratisan dulu untuk pemanasan.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s