Beberapa Alasan Saya Tetap Menulis

Penulis Pemula, Bloger Pemula, Kebiasaan Menulis, Motivasi Menulis, Alasan Tetap Menulis

Sumber Gambar : writersrelief.com

Tugas penulis adalah terus menulis. Bahkan sekalipun sedang berada pada mood yang buruk, penulis harus tetap menulis. Itulah salah satu pesan atau tips yang saya dapat dari Shiq4, seorang bloger kreatif dan produktif, yang juga adalah teman ngeblog saya di wordpress.com ini.

Menulis dan membangun kebiasaan menulis memang harus terus diasah. Dan menurut Shiq4, ada cara efektif untuk membangun kebiasaan menulis, setidaknya dibutuhkan keinginan, kedisiplinan diri dan keuletan.

Selain itu, ada 7 langkah yang baik untuk membangun kebiasaan menulis menurut Shiq4. Anda dapat mengklik link (kata-kata berwarna biru) yang saya bagikan itu untuk membacanya lebih lanjut. Dijamin tulisannya tidak mengecewakan Anda.

Saya sendiri percaya bahwa teori atau saran itu benar adanya. Saya sepakat. Tips yang ditawarkan Shiq4 memang hebat. Tidak ada yang salah dengan tulisan-tulisan itu.

Yang sering jadi masalah adalah pada diri kita sendiri. Kadang kita merasa kurang komitmen untuk mengaplikasikan teori yang baik itu, atau kita merasa kurang mampu melakukannya. Itu juga kadang yang saya rasakan.

Entahlah. Mungkin karena saya terlalu perfeksionis atau terlalu kurang pede, atau karena memang kemampuan menulis saya di bawah rata-rata, sehingga ada rasa kurang puas. Bahkan dari sekian tulisan yang telah saya publish, ada beberapa yang saya merasa kurang puas. (Wah, … terkesan menghakimi diri nich jadinya, šŸ˜­šŸ˜­).

Masalah Saya

Menulis, mungkin bagi sebagian orang ada yang merasa terintimidasi, khususnya tentang topik apa yang mau ditulis.

Untunglah, saya sendiri tidak merasakannya. Yang menjadi masalah saya adalah, kadang saya merasa “susah” apabila mengetahui ada ide menarik untuk dieksekusi, tetapi saya kurang kompeten untuk mengulasnya.

Oleh sebab itu, saya terus belajar agar proporsional. Menyadari setiap potensi yang saya miliki. Perlahan tapi pasti, akhirnya sayapun bisa menguasai diri. Itulah kenyataan pengalaman saya dalam menulis.

Konsep Menulis Saya

Menulis itu memang gampang-gampang susah. Itulah konsep yang saya yakini sampai saat ini.

Gampang, bila sudah terbiasa atau bila prinsipnya tidak terlalu memikirkan kualitas konten.

Susah, karena saya rasa karya yang baik memang harus memikirkan mutu. Dan untuk sampai pada taraf mutu, tentu butuh perjuangan yang tidak gampang alias sulit. Apalagi penulis pemula, biasanya memang cenderung mengalami kesulitan karena belum berpengalaman.

Tapi bagaimanapun, saya juga sadar bahwa kalau ingin mengasah kemampuan dan insting menulis, maka saya harus terus menulis dan menjadikannya sebagai kebutuhan, yakni ibarat makan dan minum. Tidak ada jalan lain, apalagi jalan pintas.

Itu konsep tentang menulis yang juga terus saya upayakan. Begitu pula dengan menulis bebas. Menulis bebas juga salah satu cara agar tetap bisa menulis, meski cara ini bukan cara penulis pro.

Namun karena saya memang bukan pro, maka saya tidak malu mengakuinya. Sayapun sering menulis bebas dan memainkan tekniknya, meski sebagian hanya berakhir pada tumpukan draft. Kadang ini juga rasanya menyebalkan.
Tapi syukurlah, walau dengan perjuangan yang tidak gampang, saya tetap rutin menulis sampai saat ini.

Bagaimana saya menjalaninya? Inilah pengalaman saya yang ingin saya bagikan. Dan saya anggap beberapa hal ini sebagai alasan untuk saya tetap menulis.

Hobi Membaca dan Menulis

Bagi Shiq4, membaca adalah hobi terbaik, dan merupakan senjata terbaik penulis. Ya, membaca itu sangat sangat penting. Ada berbagai manfaat positif membaca, dan membaca menurut saya, adalah cara pintar untuk pintar.

Nah, untuk bisa tetap rutin menulis, saya rasa bahwa banyak membaca adalah salah satu cara yang jitu. Menulis tanpa referensi alias tanpa membaca hanya menghasilkan konten-konten biasa.

Menulis is Just For Fun

Saya tidak muluk-muluk. Saya hanya menjadikan menulis sebagai media untuk bersenang-senang. Rasanya begitu mengasyikkan. Ketika saya bergumul dengan kata-kata saya merasa nyaman, meskipun saya juga sadar bahwa menghasilkan tulisan yang artistik dan bernas itu tak segampang yang dikira.

Namun yang pasti, saya merasa bahwa segala beban dan pikiran terasa plong bila telah tercurah ke dalam tulisan. Begitu juga saat membaca ulang tulisan sendiri, saya memiliki kesan dan rasa senang tersendiri yang sulit untuk digambarkan dengan kata-kata tertulis.

Passion Menulis

Passion adalah faktor berikutnya yang membuat saya begitu menikmati saat menulis. Kita tahu bahwa dengan passion kita tidak akan “tersiksa” saat melakukan sesuatu. Kita melakukannya dengan penuh semangat dan kerelaan.

Saya bisa berjam-jam menulis. Dan itu bukan beban bagi saya, sebab saya begitu menikmatinya. Jadi, passion menulis itu sangat penting bila kita ingin tetap menulis.

Tujuan Menulis Saya

Jika ada yang bertanya, apa tujuan saya menulis? Mungkin saya akan kesulitan menjawabnya secara cepat dan akurat. Tapi karena menulis adalah berbagi ilmu dan berbagi inspirasi, maka dengan simple saya menjawab, “Tujuan menulis saya adalah untuk berbagi.”

Ya, berbagi itu menurut saya sangat indah. Berbagi juga merupakan salah satu cara untuk menjalani hidup dengan bahagia. Ingin berbahagia? Berbagilah kepada sesama!

Selain itu, saya juga ingin agar pengetahuan yang telah saya susun dan bagikan itu, tidak hilang begitu saja. Karena itu menurut saya, menyimpannya atau mengarsipkannya dalam webblog, adalah ide yang bagus. Selain tetap bisa dibaca sendiri, juga bisa dibaca oleh banyak orang.

Berinteraksi Dengan Bloger (Penulis) Lain

Menurut saya, penulis/bloger yang sudah pernah menulis/ngeblog, kemudian tidak rutin lagi menulis atau tidak menerbitkan konten dalam waktu yang lama, atau juga terus menulis, tapi tidak berinteraksi atau tidak menjalin pertemanan dengan penulis/bloger lain, ia sedang bunuh diri dalam karir menulisnya.

Jangan asyik melakukannya seorang diri. Kita perlu orang lain yang membaca tulisan kita. Begitu pula kita, kita perlu membaca tulisan penulis / bloger lain. Tujuannya untuk mendapatkan umpan balik, persepsi baru, atau masukan-masukan lain, yang muaranya adalah untuk kemajuan menulis kita.

Kemudian, jangan lupa melakukan blogwalking atau memberikan komentar seperlunya pada tulisan bloger lain. Lakukanlah itu secara baik dan rutin, kemudian lihat bagaimana itu sangat bekerja pada perkembangan tulisan atau blog Anda.

Sekali lagi, melakukannya seorang diri adalah cara konyol untuk bunuh diri sebagai penulis, kecuali Anda memang menghendakinya. šŸ˜‚šŸ˜‚

Demikian beberapa alasan yang membuat saya tetap rutin menulis (ngeblog) sampai saat ini. Saya telah membagikannya. Semoga ini bermanfaat bagi kita semua.

Lalu, bagaimana dengan Anda? Apa Anda punya kendala berarti untuk tetap menulis? Mari berbagi di kotak komentar.

Salam Cerdas,

Desfortin

Iklan

17 thoughts on “Beberapa Alasan Saya Tetap Menulis

  1. Kalau saya sekarang terkendala masalah waktu mas desfortin. Pinginnya konsisten nulis panjang dengan banyak referensi seperti blogger-blogger profesional. Cuma waktunya itulah mepet sekali sehingga tulisan saya kurang dalam karena hanya melakukan riset secara sekilas saja.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Mas Shiq4 walau bgtu, tp kbiasaan nulisnya udah bgus, jadi bgaimanapun tinggal trus dikembangkan. Dan tulisan mas Shiq4, nurut saya, sangat bernas..jadi walau saat risetnya dikit, tp kmi ttp bisa menikmati, krn mungkin pngetahuannya sudah mengkristal..

      Disukai oleh 1 orang

  2. Sebagian besar yang anda tuliskan saya setuju, tetapi kalimat “menulis itu gampang-gampang susah” aku sendiri sampai saat ini masih menganggap menulis itu susah, meskipun hanya sebuah curhatan/pengalaman, apalagi kalau menulis yang sedikit ilmiiah (mengandung konten bermutu) waduh…susah banget kurasakan Tapi aku sendiri menyadari hal itu karena aku termasuk kurang tekun mencari referensi dan membacanya, Tapi anehnya aku masih selalu ingin menghasilkan tulisan, akhirnya tulisanku ya asal nulis saja…he..he..he..
    Sukses terus pak guru dengan tulisan-tulisan berkualitasnya, karena anda termasuk perfeksionis dalm menghasilkan tulisan (komen ini kutulis dalam sebuah kendaraan , maaf kalau banyak salah ketik)

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ya, mbak Nur S Ahmadi. Gampang mksudnya klo nulis gak mikirin mutu. Sulit klo mikirin mutu, aplgi klo super perfeksionis. Tapi klo sring brlatih keras, dsiplin dan ulet, mka akan trbiasa. Semua btuh proses mmang.

      Tulisan2 mbak Nur bgus aja kok. Sya sllu tropongin kok. Stiap ada konten trbru, sy usahakan sllu komen.

      It’s ok mbak, komennya gak ada yg typo juga.

      Sukses trus mbak. Dan ttp smngat nulis.

      Disukai oleh 1 orang

  3. Sejauh ini kendala dalam menulis adalah waktu sih. Karena itu suka dikasih porsi waktu untuk menulis blog adalah saat weekend karena lebih senggang. Mengenai topik blog sih gak ada masalah, karena saya membuat listing apa aja hal-hal yang ingin ditulis di blog dan kebetulan bahan yang ingin ditulis ada banyak.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s