Tentang USBN, US, dan UN Tahun 2017

Konsep USBN, US dan UN Tahun 2017 SMP/MTs, SMA/SMK Sederajat

Sumber Gambar : kemdikbud.go.id

Sejak dulu hingga sekarang yang namanya ujian akhir di satuan pendidikan (sekolah) sudah menjadi hal yang lumrah. Setiap akhir tahun pelajaran itu rutin dilaksanakan. Dan pelaksanaannya tentu memiliki tujuan.

Kegiatan ujian akhir bagi para siswa tingkat akhir adalah upaya untuk mengukur tingkat keberhasilan belajar mereka selama menempuh pendidikan, dan juga untuk menentukan kelulusan, sehingga mereka bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. 

Selain itu, secara mikro, sebagai upaya mengukur tingkat keberhasilan suatu sekolah dalam menjalankan proses pendidikan selama kurun waktu tertentu. Secara makro, sebagai evaluasi bagi kualitas pendidikan suatu negara. Dan ini bisa dijadikan landasan untuk pengambilan keputusan selanjutnya oleh para pemangku kebijakan di tiap jenjang.

Ujian akhir memang perlu dan wajib dilaksanakan. Oleh karena itu, formulasinya memang harus disiapkan dengan baik agar dapat diaplikasikan dengan baik pula sesuai keadaan di lapangan.

Tahun 2017 inipun, formulasi dan moda ujian akhir, dan waktu pelaksanaannya kembali digelar. Agak sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini, selain ada US dan UN, juga ada USBN.

Acara Sosialisasi Ujian Sekolah, Ujian Sekolah Berstandar Nasional dan Ujian Nasional Tahun 2017 oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau, lokasi di Aula SMPN 1 Bulik
Dokumentasi Pribadi

Terkait hal ini, pada tanggal 15 Maret 2017 yang lalu, saya bersama rekan-rekan Kepala Sekolah lainnya mengikuti Kegiatan Sosialisasi USBN, US, dan UN Tahun 2017 Tingkat Kab. Lamandau, yang diselenggarakan oleh Disdikbud Kab. Lamandau-Kalteng.

USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional)

Menurut Peraturan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 08/D/HK/2017, tentang POS USBN pada Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2016/2017, di bagian ketentuan umumnya disebutkan bahwa USBN adalah: kegiatan pengukuran capaian kompetensi siswa yang dilakukan sekolah untuk mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar.

Pada intinya, USBN sama saja dengan US (Ujian Sekolah). Yang membedakannya adalah bahwa USBN berstandar nasional, sedangkan US berstandar satuan pendidikan (sekolah). Selain itu, perbedaan lainnya adalah pada Mapel (Mata Pelajaran) yang diujikan. Di USBN hanya mengujikan beberapa Mapel tertentu (sesuai jenjang pendidikan).

Lebih lanjut, untuk prosedur atau porsi pembuatan soal USBN adalah sebagai berikut:

  • Sebanyak 20-25 % soal dibuat oleh pusat (kementerian) dengan mengacu pada kisi-kisi USBN 2017 yang dibuat oleh Kemdikbud RI.
  • Sebanyak 70-75 % soal dibuat oleh KKG/MGMP Tingkat Kabupaten/Kota dengan mengacu pada kisi-kisi USBN 2017 yang juga dibuat oleh Kemdikbud RI.

Dan sesuai kisi-kisi yang telah dibuat oleh Puspendik Kemdikbud, untuk kriteria soal USBN tahun 2017, ada 3 level kognitif siswa yang diujikan, yakni 1. Pengetahuan dan Pemahaman, 2. Aplikasi, 3. Penalaran. Terkait hal ini, bu Nur pernah mengulasnya dalam blog beliau yang berjudul 3 Level Kognitif Siswa Yang Diuji Dalam Soal USBN Tahun 2017.

Jadwal USBN (Utama) Tahun 2017 adalah sebagai berikut:

  1. USBN SMP/MTs (Utama)
Jadwal USBN SMP Tahun 2017 sesuai POS USBN 2017
Sumber Gambar: POS USBN Tahun 2017
  1. USBN SMA/MA dan SMK (Utama)
Jadwal USBN SMA/MA/SMK
Sumber Gambar: POS USBN 2017

Selengkapnya untuk membaca POS USBN 2017, dapat dibuka atau diunduh di laman ini.

Catatan : Selamat menempuh USBN Tahun 2017 bagi seluruh siswa (i) SMA/SMK pada hari ini, Senin, 20 Maret 2017. Semoga sukses!

US (Ujian Sekolah)

Untuk US atau Ujian Sekolah tentu sudah sangat tidak asing bagi kita. Tahun-tahun sebelumnya juga telah dilaksanakan secara normal. Biasanya pelaksanaannya sebelum jadwal UN (Ujian Nasional).

Mapel yang diujikan dalam US biasanya mencakup semua Mapel, termasuk Mapel yang di-UN-kan. Dan untuk tahun 2017 ini, karena telah ada USBN, maka Mapel yang diujikan di USBN tidak diujikan lagi di US.

Tetapi Mapel yang di-UN-kan tetap bisa diujikan dalam US; pengaturannya secara teknis tergantung pada kebijakan pihak sekolah, atau sesuai POS US yang telah dirancang. Untuk bagian ini, di tempat kami masih terjadi perbedaan persepsi. Ada pendapat bahwa Mapel UN bisa diujikan lagi di US, ini kaitannya dengan nilai Mapel UN di ijazah. Tapi ada juga pendapat bahwa Mapel UN tidak perlu lagi diujikan di US, terlalu merepotkan.

Lalu, untuk pembuatan soal US, biasanya sebagian besar dieksekusi oleh Tim Guru yang dikoordinir oleh Dinas pendidikan Kabupaten. Sisanya sepenuhnya menjadi hak satuan pendidikan (sekolah), tapi dengan tetap memperhatikan muatan kurikulum, SKL (Standar Kompetensi Lulusan) dan POS US yang dibuat oleh panitia US di sekolah. Dan untuk soal US tahun 2017 ini, sepenuhnya menjadi hak masing-masing sekolah.

Untuk jadwal pelaksanaan US biasanya ada jadwal yang telah ditetapkan bersama sesuai Kaldik (Kalender pendidikan).

Untuk tahun ini, sebenarnya bisa diatur secara otonom oleh pihak sekolah, asalkan sebelum pelaksanaan UN. Namun, bila sudah disepakati bersama, maka tentu harus dipatuhi.

Catatan : Di Kab. Lamandau (Kalteng), US SMP/MTs dan SMA/SMK dilaksanakan setelah jadwal USBN masing-masing jenjang.

UN (Ujian Nasional)

Masalah Ujian Nasional (UN), selama beberapa tahun terakhir ini, cukup menjadi isu polemik yang pelik. Pro dan kontra pun terjadi.

Ada pihak yang menghendaki agar UN ditiadakan (dihapuskan). Mereka berpendapat bahwa UN tidak bisa menjadi ukuran mutlak bagi kelulusan, karena pihak sekolah lah yang lebih tahu tentang keberadaan peserta didiknya.

Selain itu, UN juga telah dianggap menjadi momok bagi sebagian peserta didik. Tidak sedikit dari mereka yang mengalami stres gara-gara UN. Ada juga yang melakukan aksi-aksi ‘nekad’ dan konyol dalam menghadapi atau mengikuti UN.

Di lain pihak, ada juga yang menghendaki bahwa UN tetap dilaksanakan, tapi tidak menjadi standar satu-satunya kelulusan peserta didik. Dan pihak pemerintahpun sepertinya memahami maksud ini, yakni bahwa UN dilaksanakan sebagai pemetaan secara nasional saja (mutu program dan atau satuan pendidikan) dan pertimbangan seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.

Ketentuan tersebut telah termaktub dalam Permendikbud Nomor : 57 Tahun 2015. Ini juga mungkin untuk meminimalisir aksi malpraktek (kecurangan) di beberapa penyelenggara teknis UN.

Jadi, sejak 2 tahun lalu kelulusan siswa tidak lagi ditetapkan oleh pusat, tapi sepenuhnya menjadi hak prerogatif sekolah.

Tahun 2016 lalu, Mendikbud, Muhadjir Effendy, nampaknya menghendaki adanya moratorium UN, artinya sang menteri berniat untuk meniadakan UN. Namun, karena moratorium tersebut tidak disetujui oleh Presiden, maka UN tahun inipun tetap dilaksanakan. 

Dan demi peningkatan mutu UN, sejak 2 tahun lalu moda Ujian Nasional pun ditingkatkan dengan cara UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) atau yang disebut juga dengan CBT (Computer-Based Test). Hanya, moda ini memang memerlukan sumber daya yang siap atau sarana prasarana yang mendukung secara optimal.

Oleh karena itu, penerapannya pun masih bertahap. Sampai saat ini sebagian besar sekolah di Indonesia belum dapat mengikuti UN dengan moda UNBK, tapi masih secara manual seperti selama ini, yakni UNKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil) atau disebut juga PBT (Paper-Based Test).

Catatan:

  • Di sekolah kami (SMPN 1 Batang Kawa) juga masih menggunakan moda UNKP.
  • Di Kab. Lamandau baru 3 sekolah yang melaksanakan UN dengan moda UNBK, yakni SMAN 1 Bulik, SMKN 2 Bulik dan SMAN 1 Menthobi Raya.

Berikut jadwal UN (Utama) Tahun 2017:

  • UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer)
  1. UNBK SMP/MTs (Utama)
Jadwal UNBK Tingkat SLTP
Sumber Gambar : POS UN Tahun 2017
  1. UNBK SMA/MA (Utama)
Jadwal UNBK Tingkat SMA/MA/SLTA
Sumber Gambar : POS UN 2017
  1. UNBK SMK (Utama)

Selengkapnya untuk membaca POS UN 2017, dapat diunduh atau diklik di laman ini.

Evaluasi Sederhana ala Desfortin

Dari tahun ke tahun terlihat sekali rekam jejak dunia pendidikan di negeri ini. Tapi dari dulu hingga sekarang saya mendapati bahwa isu pendidikan memang masih menjadi isu yang pelik dan kompleks. Entah itu tentang konsep kurikulum, tentang Sertifikasi Guru, tentang model pembinaan karir guru, sampai masalah ujian, dlsb.

Harus diakui bersama bahwa ujian (ujian akhir) itu memang penting dan wajib. Mustahil ada kelulusan tanpa adanya ujian. Mustahil siswa bisa terima ijazah bila tidak ada ujian (kecuali mungkin itu ijazah palsu). Kita sepakat itu.

Namun menurut saya, kita masih terlalu berkutat pada formulasi atau konsep, termasuk moda ujian yang paling efektif dan efisien. Sementara negara lain telah jauh berlari.

Keinginan kita cukup besar memang. Dan itu tidak salah sebenarnya. Untuk maju, kita memang perlu keinginan atau cita-cita untuk maju. Tapi nampaknya sumber daya kita belum sepenuhnya memadai, ibaratnya maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.

Entahlah, sampai kapan kita tetap seperti ini. Saya tetap bersabar dan berharap agar ada perubahan yang lebih signifikan bagi wajah pendidikan di negara kita pada masa-masa selanjutnya, sehingga kita benar-benar bisa menghasilkan generasi-generasi yang berkualitas.

Sebenarnya saya tidak terlalu mengeluh juga. Sebab saya sadar bahwa mengeluh saja tanpa berbuat, maka itu percuma. Namun, untuk sekedar berpendapat, menurut hemat saya, sebaiknya yang ada ini saja yang dikembangkan dan dimantapkan. Tak perlu ada formulasi baru. Itu intinya.

Bila setiap tahun ada formulasi baru, maka cukup merepotkan saya pikir. Konsekuensinya adalah, beban anggaran meningkat, tapi belum tentu sumber dayanya meningkat. Tidakkah itu juga masalah? Dan menurut saya USBN adalah formulasi baru, meski alasannya untuk peningkatan mutu US.

Tapi bagaimanapun juga, sebagai guru, kami hanyalah orang lapangan. Tentu harus loyal dan taat asas. Regulasi atau undang-undang yang telah dirancang oleh para pembuat undang-undang tersebut bukan tanpa alasan.

Asumsi saya adalah, bahwa merekapun tentu memiliki segudang alasan atau argumentasi ilmiah sebelum semua itu dibuat dan kemudian ditetapkan sebagai undang-undang. Daripada pusing menyangkalnya, lebih baik mentaatinya saja. Bukan begitu?

Sekian saja artikelnya. Semoga bermanfaat. Terima kasih juga karena telah membaca sampai akhir. Dan bila Anda mempunyai saran atau kritik, mohon dapat dituliskan pada kotak komentar yang disediakan di bawah ini.

Salam Cerdas,

Desfortin

Iklan

9 thoughts on “Tentang USBN, US, dan UN Tahun 2017

  1. iya mas, sdh saya baca. Saya sependapat banyak perubahan justru menghabiskan waktu dan dana untuk melatih gurunya dan persiapannya. Lagipula kasihan anak-anak tahun ini, mengikuti banyak ujian, akhirnya watu untuk mempersiapkan mereka kurang. di SMA tu dari bulan ferbruari sdh ada Tryout, trus Ujian praktik, trus USBN, disusul US, trus terakhir UN. wk..wk..wk kasihan anak-anak
    Btw, emailnya sdh kubaca dan kujawab via WA

    Disukai oleh 1 orang

    1. Koq kita berdua tanggapannya mirip ya, hee…smoga ocehan kita ini gak dianggap brlebihan ya oleh pihak trkait…

      Sama mbak, bulan2 ini sibuk bnget, blum ngurus kls 7-8 (sya di SMP) dg UTS nya, dan kls 9 dg try out nya, weleh2…tp kita ttp hrus smngat mbak…

      Disukai oleh 1 orang

    1. Nah, kurang tahu itu. Bisa jadi, tergantung pihak sekolah. Kunci jawabannya dikasih ke sekolah, begitu juga saat meriksanya. Mestinya ndak perlu bocorin, toh nilainya kan sekolah juga yg tentukan, kecuali UN.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s