Mr. Kaze di Mata Saya

Hadiah untuk Andreas
Foto Profil Fb Mr. Kaze

Awan berarak kian kemari, luwes bergerak bersama hembusan sang bayu yang terus bertiup siang itu. Tampak begitu putih terpendar oleh teriknya cahaya mentari di angkasa biru.

Siang itu berjalan seperti biasa. Tak ada yang baru. Semua tampak lengang. Para siswa fokus belajar di kelas. Hanya saya dan sebagian guru lainnya sedang santai di ruang guru.

Namun tak lama berselang, terdengar suara mobil masuk ke halaman sekolah dari arah utara. Saya segera beranjak ke depan teras kantor sembari melihat mobil yang bergerak menuju arah kantor sekolah. Mobil baru dengan warna silver. Seingat saya itu. Sepertinya ada orang yang diantar oleh mobil tersebut. Mungkin ada tamu dari dinas, pikir saya.

Mobil tersebut lalu berhenti tepat di depan halaman kantor sekolah ini: SMAN 1 Bintang Jaya. Sang sopir pun segera keluar menampakkan batang hidungnya. Ternyata ia adalah pak Yogi, sopir travel yang lumayan saya kenal baik. Hanya saja siang itu ia tampil dengan mobil baru. Baru saya lihat.

Dan sejurus kemudian, dari mobil tersebut keluar pula seorang laki-laki jangkung bertubuh cungkring. Berkacamata, dan dengan jaket warna abu-abu terpasang di badannya. Laki-laki itu diperkirakan berumur 25 tahun. Sang sopir yang tadi keluar lebih duluan beranjak menuju ke arah saya yang sedang berdiri sejak tadi di depan teras kantor sekolah.

“Ini saya bawa guru baru kalian,” kata pak Yogi, si sopir itu, dengan gaya khasnya yang menggelegar.

“Oo..guru baru,” ucap saya singkat.

Rupanya guru baru yang kami tunggu-tunggu itupun sudah ada di depan mata. Tentu saya merasa senang. Dengan segera saja saya menyambut guru baru tersebut sambil menunjukkan senyum sumringah kepadanya.

Dengan tradisi universal, yakni saling berjabat tangan, kamipun saling memperkenalkan diri masing-masing. Guru baru tersebut namanya Bayu.

Kemudian saya mempersilakannya masuk,

“Mari pak, silakan masuk”

“O iya, terima kasih,” kata pak Bayu.

Setelah berjabat tangan dengan guru-guru yang lain, pak Bayu pun berkata bahwa ia ingin bertemu Kepala Sekolah untuk memberitahu tentang kehadirannya sebagai guru baru di sekolah ini. Sayangnya, Bapak Kepala Sekolah sedang tidak berada di tempat saat itu. Akhirnya, saya dan kawan-kawan yang lain lah yang melayani pak Bayu. Kebetulan saat itu saya adalah Waka Kurikulum di SMAN 1 Bintang Jaya.

Sejak saat itulah pak Bayu menjadi guru di sekolah kami itu. Dengan bidang keahlian mengajar MIPA. Lebih tepatnya mengajar Fisika di kelas X.

Entah berapa lama berselang, kehadiran pak Bayu telah membuat suasana baru di sekolah kami itu. Sebagai seorang guru yang masih enerjik dengan ide-idenya yang cemerlang membuatnya cukup diterima, sekalipun dengan decak kagum tak bersuara.

Ternyata ia seorang yang sangat menekuni keahliannya sebagai guru Fisika. Saya dan rekan-rekan yang lain, pun Kepala Sekolah, kagum dengan ide-ide dan kontribusinya bagi sekolah. Para siswa juga semakin semangat belajar tentang ilmu-ilmu alam. Entah bagaimana persisnya itu terjadi. Yang saya tahu, ada sebagian siswa yang sepertinya bisa menghitung kecepatan ikan berenang di air, dan berapa daya yang diperlukan jika ingin membidiknya tepat sasaran, hahaha….

Saya sendiri tentu sangat senang bisa berkawan dengan pak Bayu. Bagi saya, ia adalah guru yang cerdas dan rajin. Sepertinya saya menemukan rekan guru yang lumayan cocok. Karena itu, dalam banyak kesempatan kamipun sering berbagi tentang banyak hal, khususnya seputar sekolah dan dunia pendidikan secara umum.

Ada semacam energi positif lebih yang mengalir semenjak pak Bayu bertugas di sekolah kami itu, setidaknya dari kacamata saya. Karena saya belajar banyak hal darinya.

Dari pak Bayu saya belajar tentang arti mencintai pekerjaan secara lebih lagi, dan bagaimana bertugas secara profesional. Dari pak Bayu pula saya belajar tentang cara berpikir ilmiah, dan memandang urusan agama dan ketuhanan (teologi) dari sudut pandang yang berbeda.

Dari pak Bayu pula saya mendengar teori bahwa energi itu adalah Tuhan. Karena energi bersifat kekal atau tidak bisa musnah. Hal ini dikaitkan dengan hukum kekekalan energi dari Albert Einstein (E=mc2). Jadi, energi sama dengan Tuhan (mc2=God). Sekalipun saya tidak serta merta menyetujui atau melegitimasi teorinya itu, tapi setidaknya saya belajar tentang sudut pandang yang berbeda dan kehebatan dunia fisika yang diyakininya.

Selanjutnya, sebagai sesama pendidik di sekolah yang bergelut dengan para siswa SMA, saya menyadari bahwa berhadapan dengan siswa SMA bukan perkara mudah, tapi juga tidak sesulit yang dibayangkan. Karena memang membutuhkan strategi khusus, mengingat mereka bukan lagi anak-anak, tapi juga dalam waktu yang sama belum dewasa. Tentu secara emosi kita mesti memahami mereka dengan baik.

Dan berkolaborasi dengan pak Bayu, saya merasa saling mengisi. Ada kalanya saya merasa kesulitan berhadapan dengan para siswa, dengan metode mengajar yang efektif, dan lain-lain, maka pak Bayu memberi masukan positif. Begitu juga sebaliknya.

Berkenalan dan berkawan dengan pak Bayu adalah salah satu hal yang penting dalam hidup saya sejak menjadi guru yang membuat saya merasa beruntung. Jika sebelumnya mungkin saya memandang biasa-biasa saja pekerjaan saya, tetapi efek pertemanan dengannya membuat saya merasa bahwa saya sudah semestinya meningkatkan kemampuan diri saya dalam bidang pekerjaan yang saya geluti saat ini, guru Bahasa Inggris.

Selain itu, saya juga mengakui kompetensi pak Bayu dalam bidang teknologi komputasi benar-benar bagus. Saya yang awalnya tidak banyak tahu tentang dunia komputer dan internet, menjadi terinspirasi untuk terus belajar dan mengasah diri dalam bidang ini. Sekalipun sampai saat ini saya masih merasa tertatih-tatih dalam mengakomodir pengetahuan-pengetahuan tersebut. Terutama dalam dunia tulis-menulis blog di internet.

Apalagi ternyata ia sudah lebih dulu dan lebih paham tentang dunia per-blog-an, meskipun saat ini tampaknya ia sudah mulai menyepi atau menarik diri dari hiruk-pikuk dunia blog. Tidak tahu persis, apakah ia sedang hiatus ngeblog atau alasan lainnya. Yang saya tahu, ia akan menulis jika ia ingin menulis, lalu merilisnya di blognya ini (jagad bayu).

Terlepas apapun alasannya untuk rehat ngeblog, yang pasti saya banyak belajar dari beliau. Sekalipun dalam beberapa hal kami berbeda prinsip, tapi berteman dengannya merupakan hal yang sangat berkesan dan menyenangkan bagi saya.

Yang juga membuat saya kagum bahwa pak Bayu, selain tampak expert dalam bidang teknologi komputasi, ia juga cukup smart dalam hal bahasa. Bahasa Indonesianya bagus, dan sekalipun ia terlahir dari suku Jawa tapi dialek atau aksen Jawanya tidak kentara sama sekali saat berbicara. Selain itu, ia juga penyuka Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Dua bahasa itu, ia terapkan hampir di setiap bahan bacaannya atau film-film yang ditontonnya.

Bahkan dalam dunia game, ia adalah penyuka game sejati. Itu merupakan hobinya. Jadi, selain sebagai guru, ia juga adalah seorang duelist, yang sangat akrab dengan yang namanya TCG (Trading Card Game). Setahu saya tidak ada TCG yang tidak menggunakan Bahasa Inggris.

Untuk ukuran guru Fisika, apa yang ditampilkan oleh pak Bayu, bagi saya, itu adalah suatu pencapaian yang hebat. Sebab tidak jarang saya melihat bahwa masih banyak guru yang, mohon maaf, penguasaan bahasanya tergolong payah, apalagi penguasaan Bahasa Inggris.

Namun pak Bayu membuktikan sebaliknya, bahwa walaupun ia bukan guru Bahasa Inggris, tapi kemampuan Bahasa Inggrisnya tidak kalah dengan guru Bahasa Inggris pada umumnya. Terlebih lagi dengan kemampuannya dalam Bahasa Jepang. Itu adalah nilai plus.

Pak Bayu bukan manusia sempurna, kemampuannya dalam beberapa aspek perlu diacungi jempol, tapi di beberapa aspek lain, ia pun tak luput dari kelemahan, salah dan khilaf. Bahkan peristiwa “bakar-bakar ban” kala itu membuat reputasinya sedikit turun di mata “golongan di atasnya” dan sebagian teman sejawatnya, meskipun saya memahami maksud dari aksinya tersebut, yang memang tergolong nekad.

Skip…lupakan itu. Itu hanya salah satu atau salah dua dari jejak sejarah. Bukankah kita belajar sejarah untuk hari ini dan rambu-rambu di masa depan?

Walaupun yang saya tulis ini mungkin terkesan berlebihan bagi sebagian pembaca, tapi demikianlah yang bisa saya ungkapkan.

Ini saya tulis untuk mengingatkan diri sendiri agar di masa depan sayapun semakin baik lagi, dan ini juga sebagai bentuk apresiasi saya terhadap beliau yang sedikit banyak telah memberikan saya inspirasi dan sudut pandang positif.

Cara dan performa kerja yang ditunjukkan oleh pak Bayu, terlepas dari sisi-sisi lemahnya sebagai manusia, bagi saya, it’s really something.

Saya sadar bahwa kami bertugas di daerah pedalaman yang jauh dari fasilitas memadai, disana-sini masih terdapat banyak kekurangan, medan tugas yang relatif berat, dan berbagai tantangan lainnya, tapi semangat dan etos kerja seorang Bayu tak sepatutnya dianggap remeh atau dipandang sebelah mata, apalagi dibalas dengan sebuah penalti. Tapi patut diapresiasi dan diteladani.

Apalagi saat ia lolos sebagai juara 1 Lomba Olimpiade Guru Fisika tingkat kabupaten beberapa tahun lalu, itu membuat saya begitu salut, dan tentu karena melaluinya nama sekolah dan daerah pun terkena imbasnya. It’s a pride, I think.

Kini telah lain cerita. Kami sudah tak satu sekolah lagi. Ia tetap di SMA, sementara saya telah pindah ke SMP. Saat ini saya sibuk “mengurus” sekolah baru saya. Begitupun pak Bayu, ia masih sibuk dan betah dengan panggilan profesinya di SMA. Bahkan saat ini ia telah mengikuti Program Alih Fungsi Guru atau Program Keahlian Ganda yang dilaksanakan di luar daerah, dan kemungkinan dilanjutkan lagi dengan PLPG-nya.

Saya juga menulis postingan ini secara khusus untuk beliau. Karena hari ini, Jumat, 14 Juli 2017 adalah hari ulang tahun kelahirannya yang ke 28 tahun. Jadi, maksud tulisan ini mirip dengan postingan saya tahun lalu yang berjudul Antara Desfortin, Rudi, dan Luna Maya.

Oleh karena itu, saya berdoa semoga pak Bayu di usianya yang bertambah sekaligus berkurang ini, semakin sukses, sehat, tetap semangat, bahagia, tetap menjadi teman yang menginspirasi, dan tentunya,  cepat dapat jodoh biar tidak angka 1 terus. Amin…Amin!

Saya tak punya hadiah lain yang lebih istimewa di hari spesial Anda ini, kecuali tulisan ini. Semoga Anda tidak kecewa setelah membaca tulisan yang sangat-sangat sederhana ini yang ujungnya juga jadi begini, 😀 ✌✌

Nah, mungkin cukup sekian, tulisan ini saya akhiri. Terima kasih sudah membaca.

Oya, mungkin sebagian pembaca kecewa atau heran, kok judulnya Mr. Kaze tapi yang dibahas pak Bayu, gimana sih? Gak nyambung tau! Maafkan saya. Mungkin saja yang saya tulis ini tidak nyambung, haha…. tapi yang saya tahu kaze (かぜ), dalam Bahasa Jepang , artinya angin atau bayu. Dan memang, saya kadang memanggil pak Bayu dengan sebutan Mr. Kaze. 

Jadi, Pak Bayu=Mr. Kaze = Andreas Bayu Wicaksono 😀😀😀

Ulang tahun Andreas Bayu Wicaksono alias Mr. KazeSumber Gambar: bukubiruku.com

Happy Birthday, Mr. Kaze. God bless you!

Salam Cerdas,

Desfortin

Iklan

33 thoughts on “Mr. Kaze di Mata Saya

  1. Terima kasih atas ulasannya Pak. Sebenarnya saya merasa tidak layak untuk menjadi bahan tulisan. Tapi saya suka bagian bakar2 ban itu. Masih menjadi bagian perjuangan saya. Dan nama sekolah di atas memang sengaja bukan nama sebenarnya?

    Disukai oleh 1 orang

    1. Msh ingat jnji sy thn lalu? Sy brusaha mnepatinya. Hanya syng td mlm smpat eror kiriman postingan blog ini.

      Saya pikir lbih baik bgtu namanya, pak. Liat japri saya teranyar di WA.

      Slmat ultah skli lg, Mr. Kaze.

      Disukai oleh 1 orang

  2. Energi memang tidak bisa dimusnahkan, hanya bisa berubah saja. Energi itu kekal menurut pemahaman manusia sampai detik ini. Tapi energi bukan Tuhan. Itu hanyalah takdir dan hukum alam Tuhan dalam mengatur kehidupan di dunia ini. Masih tergolong logika alam jika ditilik dalam ilmu filsafat 😀

    Disukai oleh 1 orang

    1. Yap, itu pndpt Mr. Kaze. Kita bisa stuju, bs jg mnolaknya. Yang pasti Tuhan jlas transendental, melampaui ruang dan waktu. Sdangkan energi adlh sstu yg dikenal dlm alam ciptaan. Sementara Tuhan adlh Pencipta. Pencipta bkn ciptaan. Ciptaan bkn Pencipta. 2 entitas yg jls berbeda.

      Trmksih mas Shiq4, trnyta bagian itu mmbuat Anda berkomentar, 😀😀

      Disukai oleh 1 orang

    1. Haha…skrg udah tahu kan? Nah, slnjutnya mungkin ada agenda khusus, monggo di-share lg.

      Sbnrnya tulisan ini sbgai kado ultahnya, tp sy ngerasa sdikit garing, jd agak malu…

      Suka

          1. Kado yg unik skligus langka, 😀

            Umur 28 msih ckup produktif, Mr. Kaze. Mesti bnyak bljar katanya pak sblm 30 thn, biar umur 60 nnti pikunnya gak double.

            Mitos kale…hee..

            Suka

      1. Kado yg unik skligus langka, 😀

        Umur 28 msih ckup produktif, Mr. Kaze. Mesti bnyak bljar katanya pak sblm 30 thn, biar umur 60 nnti pikunnya gak double.

        Mitos kale…hee..

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s