Goresan di Simpang Sepoyu

Goresan-goresan konyol dan menyebalkan yang desfortin tulis saat terjebak hujan
Simpang Sepoyu yang sedang diguyur hujan

Ditulis hari Selasa, 18 Juli 2017

Tadi siang sekitar pukul 11.00 Wib, setelah dari kantor dinas untuk suatu urusan, aku kembali ke penginapan. Kemudian berangkat dari kota INDAH, Nanga Bulik pada pukul 14.05 Wib menuju kecamatan Batang Kawa. Lebih tepatnya menuju desa Kinipan, tempatku menetap dan bekerja saat ini. Dan cuaca saat itu masih cukup bersahabat.

Sudah tiga hari ini aku absen dari tugas di sekolah. Bukan bolos atau dibuat-buat, tapi karena misi dinas ini. Dan hari ini aku harus kembali, agar besok tak absen lagi. Tugas sekolah telah menanti, begitupun kabar dariku tentang misi ini sedang dinanti.

Jujur saja, sebenarnya aku agak kesal sampai siang tadi, bahkan sampai saat ini, hingga akupun geleng-geleng kepala. Bayangkan saja, 3 hari sejak Sabtu lalu aku menunggu di kota INDAH, tapi dengan hasil akhir yang mengecewakan.

Bukan karena apa, tapi karena siapa. Bukan karena siapa, tapi karena apa. Bingung, kan? Maaf, tak perlu dibuka sepenuhnya disini.

Tapi apa boleh buat, aku tak berdaya. Tak bisa apa-apa. Hanya senyum yang tersungging di bibir yang kupunya, juga sedikit sabar dan wajah sok bijaksana yang masih tersisa. Dan memang tak semestinya pula aku menyalahkan, apalagi mengutuk pada situasi, pada siapa dan apa.

Namun, aku hanya ingin cerita, istilah cool-nya CURHAT, agar rasa ini tumpah di antara aksara-aksara ini dan terbaca olehmu. Ya, dirimu. Dirimu yang membaca goresan yang mungkin tak penting ini.

Goresan ini kutulis di saat diriku terjebak hujan deras di Simpang Sepoyu (muara ke Desa Sepoyu Kec. Delang dan ke Kec. Batang Kawa) sekitar pukul 15.35 Wib tadi sore. Dimana aku harus berhenti serta berteduh di rumah seorang pemilik bengkel motor ini, mas Sandro namanya. Sembari menunggu hujan reda, daripada tidak ada kerjaan, maka aku membuat goresan ini di smartphone-ku (sekalipun tidak ada akses sinyal internet disini).

Hal yang kuyakini adalah aku tahu bahwa kesalahan-kesalahan, atau apalah namanya yang dekat dengan itu, yang kadang kita alami dan lalui, bukanlah sesuatu yang harus disesali secara berlebih. Aku tahu itu. Itu alamiah dan manusiawi. Seperti adagium ” gak kotor, gak belajar”, begitu pula dengan kisahku ini, “gak pernah salah, gak pernah belajar.”

Kau tahu, 3 hari ini aku menunggu 2 janji dari 2 informasi yang kuterima dari 2 orang yang berbeda. Ya, janji tentang “sesuatu” yang harus diambil di kota INDAH.

Dan aku yang harus mengambilnya, katanya. Janji yang bukan hutang, baginya. Tapi tidak, bagiku. Janji adalah hutang, dan harus ditepati. Tapi akhirnya, aku kembali tidak dengan “sesuatu” itu. Lebih tepatnya, bukan aku yang harus mengambil “yang harus diambil” itu. Itu janji yang pertama.

Yang kedua, memang aku yang harus mengambilnya. Tapi sayang sekali, barang tersebut belum tiba semuanya. Masih dalam proses pengiriman. Kasian sekali diriku. Apes-apes.

Sungguh, ini mungkin bukan salahnya juga. Pun bukan salahku. Lalu salah siapa? Salah keadaan? Bukan. Terus? Mungkin salah semuanya. Itu yang pasti, termasuk diriku.

Salah diriku karena ternyata aku tak kritis, dan terlalu polos hingga percaya begitu saja. Logikanya ada. Tapi kemarin itu mungkin aku lagi PA (Pendek Akal).

Salahnya mereka juga, karena mereka keliru memberi informasi. Atau lebih tepatnya, gak nyambung. Atau juga kurang koordinasi antara dia dan jajarannya. Ah, entahlah.

Atau salah keadaan juga, sebab beberapa hari ini hujan terus membasahi bumi. Mau balik ke Kinipan setelah mengantar berkas syaratnya itu, tapi karena hujan, jadilah aku menunggu di kantor itu. Dan tak lama berselang, aku mendapat kabar, bahwa sesuatu yang harus diambil itu, bisa diambil olehku keesokan harinya.

Tapi sudahlah. Keadaan tak salah. Manusialah yang mungkin salah. Karena kita adalah pelakunya. Meski lumrah saja suatu kesalahan, tapi kau tahu, mendapat misinformed apalagi dari orang berpangkat dan pebisnis bukan abal abal, itu rasanya konyol, lagi menyebalkan.

Namun, aku sudah lumayan melatih mentalku. Hanya saja belum sekeras baja. Tapi sabar dan kepala dingin masih ada padaku. Tak perlulah mengamuk, apalagi sampai pukul meja. Syukurlah untuk itu.

Dan akhirnya yang pasti, aku harus siap bilang dengan rekan-rekanku besok di sekolah,

“Mohon maaf, kawan-kawan. Yang aku sampaian lewat pesan WA kemarin itu, ternyata itu hanya ide tanpa realisasi dari 2 orang Bapak itu. Aku hanya meneruskan. Jadi, kita harus sabar karena beberapa hari ke depan, yang harus kita terima itu, baru akan kita terima melalui orang yang sudah ditugaskan untuk itu. Sedangkan untuk yang kedua, barangnya belum tiba semuanya, dan akan kuambil lagi pada Sabtu ini. Jadi sekarang aku tidak membawa apa apa, kecuali hanya air aki (accu) dan kardus ATK ini, hahaha…

Dari pengalamanku ini, yang juga kuanggap konyol, aku belajar bahwa aku harus lebih kritis lagi. Dengan siapa aku berjanji, dan sejauh apa kebenaran dan urgensinya. Tidak asal setuju dengan sesuatu tanpa pertimbangan atau tanpa cross check yang cerdas, agar tak konyol dan menyesal seperti ini.

‘*******’

Oya, sampai detik aku mengakhiri tulisan ini, hujan belum juga reda. Sementara waktu sudah menunjukkan pukul 18.23 Wib. Aku masih terjebak di jalan, di Simpang Sepoyu. Belum sampai di desa tujuan, desa Kinipan. OMG!

Mantel sih ada. Tapi sekitar 9 km di depan, jalanan sudah pasti sulit kutembus (tak beraspal lagi dan berbukit-bukit), apalagi hanya dengan roda dua ini. Benar-benar perhitungan yang meleset, dan ini juga adalah hal sial atau konyol di antara kekonyolan-kekonyolan lainnya yang pernah kualami.

Aku jadi curiga, mungkin ini gegara manifestasi doktrin lebay dan sugesti konyol tentang cicak yang pernah kutulis waktu itu, hahaha … *doktrin cocokologi. 😀

Baca juga: Merasa konyol gara-gara PR Anak

Akankah aku bermalam di jalanan seperti ini? Let’s see saat goresan ini dirilis besok. Tapi sepertinya kalau begini, malam ini tanpa pelukan istri lagi. 😂😂

Desfortin.180717.Desa Sepoyu.Kalteng.

‘*****’

Dilanjutkan hari ini, Rabu, 19 Juli 2017 di Kinipan

Benar saja, semalam aku harus menginap di jalan. Maksudnya di rumah salah seorang temanku yang berdomisili di Desa Benakitan (9 km dari Simpang Sepoyu, dan sekitar 8 km dari desa Kinipan).

Perjalanan ke Kinipan aku lanjutkan pagi tadi. Jalan dari desa Benakitan ke Kinipan sudah mulai membaik, karena hujan sudah reda semalam sekitar pukul 22.30 Wib.

Namun sialnya saat aku sudah mau memasuki desa Kinipan, ada jalan rusak parah dengan air yang masih menggenang efek hujan semalam.

Jalan menuju ke Kinipan yang rusak
Sepeda motor lain yang sedang melintas.
Salah satu ruas jalan Desa Kinipan yang terkena banjir
Jalan yang menuju ke Kinipan rusak parah. Air yang menggenang mengganggu para pengendara yang ingin lewat.

Dan sialnya lagi, aku mengambil jalur yang pinggir, tapi salah dan BLUUUP…., mesin motorku tiba-tiba mati. Bagaimana tidak mati kalau kondisinya terjebak seperti di bawah ini: 😂😂😇

Sepeda motorku terjebak di salah satu jalan yang banjir di desa Kinipan
Sepeda motorku yang terjebak tadi pagi. Oli mesinnya sudah pasti harus diganti.

Aku benar-benar merasa buruk hari ini.

Akhirnya aku harus meminjam sepeda motor seorang kerabat yang ada di sekitar lokasi untuk sampai ke rumah. Motorku kutinggal saja disana. Nanti saja urusannya karena aku harus segera ke rumah dan ke sekolah.

Maka sampailah aku ke rumah. Tapi sayang seribu sayang, setelah sampai, istriku tak ada di rumah. Kebetulan ia sudah ke kantornya. Waduh, sudah tadi malam tanpa pelukannya, ditinggal lagi aku pagi ini. I feel so so bad today.

Dan yang bikin kesal lagi, pas aku ingin berpakaian dinas untuk hari ini, hanya atasannya saja yang ada, bawahannya raib entah kemana. 

Usut punya usut, setelah kuminta tolong seseorang untuk mendatangi istriku di tempat kerjanya, ternyata celana panjangku itu dicucinya dan dijemurnya di rumah kakek dan nenek, karena selama kutinggal beberapa hari ini, istri dan anakku menginap di tempat mereka. Lengkap dech penderitaanku.

Akhirnya dan paling terakhir, aku baru bisa sampai ke sekolah sudah pukul 08.25 Wib, dan baru bisa masuk ke kelas pukul 09.15 pagi tadi. Isn’t that so so bad? 😇😇😂😂

Desfortin.190717.Desa Kinipan.Kalteng.

Iklan

66 thoughts on “Goresan di Simpang Sepoyu

  1. berarti berangkatnya ngambil celana dulu bang…
    terus pakai apa ngambilnya. hahahha #jelas pakai celana lah, masak pakai yang dipakai superman doang. wkwkwk

    Didaerah sana, hujan terus yah bang. cuacanya extreem banget, padahal bulan ini harusnya udah masuki musih panas yak..

    Disukai oleh 1 orang

    1. Saya nyuruh seseorang yg mlintas utk minta tolong dtngi istri sy, mas Ir. Jd, sy nunggu di rmh aja.

      Iya ni. Sbnrnya udah musim pnas. Tp mnurut BMKG, ini yg dinamakan kmarau basah.

      Apes pokoknya sy kmrin itu, 😂😂

      Disukai oleh 1 orang

  2. Hmmmm …..membacanya saya benar2 ikut tahan napas,
    Kalau saya yang ngalami pasti sdh nangis di jalan he he
    Tapi dari semua cerita itu yang paling bikin senyum dan ketawa adalah tak ada pelukan istri dan celanapun tak ada ha ha ….
    Semoga sekarang sdh normal semua mas, termasuk motornya.

    Disukai oleh 1 orang

        1. Yap. Tp saya tinggal lg td, krn td blm “sembuh” olehnya, si montir 😂😂

          Habis ini mau ksana lagi. Soalnya sinyal wifi hnya d skitar rumah saya. Dsna gak ada sinyal. Skrg sy ditmni oleh rekan guru pkai spda motornya, 😇

          Disukai oleh 1 orang

                1. Gagal lagi, mbak. Huhu…ditunda lagi turun ke kotanya, blm dtng brang yang mau diambil. Jd, nunggu info slnjutnya lg, 😂😂

                  Bingung saya, yg buat janji ini knp ya. Waktu itu bilangnya Sabtu bsok bs diambil, eh..tahunya blm dtng lagi. Ini sy yg konyol ap ybs slh prediksi trus…mau cari lngganan lain kbtulan blm ada, terpaksa dech..😇😇😇

                  Disukai oleh 1 orang

    1. Mksih buat energi positifnya, haha….
      Ahh,…Anda membesarkan hati saya. Tp mksih atas tanggapannya, mas Shiq4.
      Oya, sepertinya efek doktrin cicak itu bisa juga dikaitkan, mas. Mungkin ini manifestasinya mas, haha..

      Disukai oleh 1 orang

      1. Sering gitu jg ya mas, komennya. Mungkin ini nnti bisa jd ide postingan mas Shiq4, terkait knp gak muncul, knp bs dianggap spam atau alsan lainnya atau terkait moderasi dll, yg sy sendiri jg gak pham

        Suka

    1. Teka tekinya adalah 2 peristiwa rahasia sebelumnya yg tdk scra gamblang sy ungkap demi kepentingan privasi pihak2 terkait yg “ngerjain” saya sjak Sabtu lalu.

      Sbnrnya klau tdk pas hujan, 2,5 jam tembus kok dari kota Nanga Bulik ke desa Kinipan. Klau sdh aspal semua 2 jam kurang sampai.

      Suka

  3. Benar-2 butuh kesabaran luar biasa. Tapi bisa aja dianggap sebagai petualangan. btw, semua kejadian tentu bs diambil hikmahnya. 🙂

    salut untuk kesabarannya menuliskan cerita ini, kalau saya sering nulis gak sabar mengakhiri endingnya.. hehe

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ya, masHP. Petualangan? Pernah sih ikut petualangan bbrp kli, tp cm ikut liat, hee…

      Ini satu2nya tulisan yg saya tulis di perjalanan, dan dirampungkan ktika sdh sampai bbrp jam kmudian.

      Disukai oleh 1 orang

  4. Jajaja saya turut prihatin (sembari ngakak) iya mas desfortin.. ini cerita memang terlihat konyol, tetapi menarik juga..

    Hayoo bupati nya siapa ituu, suruh ngurusin tu jalan biar direnovasi wkwk

    Disukai oleh 1 orang

    1. Mksh buat prihatin sklgus ngakaknya. Sbnrnya yg buat ksal bkn sja prjlnanku itu, tp peristiwa2 tersembunyi sblumnya itu hingga aku baru bisa kmbali hri ini.

      Syang skli, thn ini proyek jln aspalnya dipending thn ini oleh bupati dg alsan minim anggaran. Katanya sih thn dpan aspalnya baru bisa sampai Kinipan.

      Disukai oleh 1 orang

  5. Melihat jalan ini, jd ngebandingin dengan tempat tinggal aku yang desa kecil juga. Sangat kecil malah. Tapi infrastrukturnya memang uda bagus pake banget. Kita masih jauh ketinggalan ya masalah kayak gini. Btwy, setiap ujian bisa jadi pengalaman menambah kesabaran. Tetap semangat menjalankan tugas.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Oo.., desa di Swedia mksudnya gitu ya, mbak Ajheris? Enang dong klau gitu.

      Kita emang jauh tertinggal sih.

      Mksih mbak atas dorongan positifnya. Sy ttp brusaha semangat kok.

      Sbnarnya inti postingan ini sih ttg 2 peristiwa konyol nan menyebalkan itu sblum peristiwa2 di jln yg sy alami itu.

      Suka

  6. Perjuangan yang luar biasa. Saya jadi mulai percaya kalau kejatuhan cicak bisa benar-benar membuat sial hehehe

    Saya juga baru tahu kalau Kinipan itu ada di Kalimantan Tengah. Kalau rencana pemindahan ibukota Indonesia ke Palangkaraya benar-benar terwujud, pasti nggak akan ada lagi jalan-jalan seburuk itu di daerahtempat tinggal mas.

    Semoga saja hal itu segera terwujud ya mas. 😀

    Disukai oleh 1 orang

    1. Haha…cicak sih doktrin cocokologi, dipas pas kan gitu. Td sdahlah, udah lewat jg. Skrg motor sy jg udah kmbli normal.

      Kinipan di Kalteng mas, krn sy tinggal di Kalteng sbgmna saya bbrp kli mnyebutkannya dlm blog. Seandainya wacana pmindahan ibukota itu trwujud, smoga sja jln dsini bnar2 diaspal smua.

      Tp klo mlihat kejadian bnjir di bbrp titik di Kalteng, ap mungkin ya?😀 Tp klau di kota Paraynya sih aman2 sja.

      Yg jlas, utk mindahin ibukota perlu kjian mndlm/komprehensif.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Sebenarnya udah sejak awal bulan nggak pernah saya tutup mas. Tetapi karena selfhosting nggak bisa dikomentari dari wp reader, harus dikunjungi blognya. Kalau lewat aplikasi wordpress di hp coba klik gambar bumi di sebelah kanan atas layar mas. 🙂

        Disukai oleh 1 orang

        1. O gitu ya…

          Kebetulan sy mmang pake wp reader di hp ngeblog nya 5 bln terakhir ini.

          Ok, nanti sy coba cek lg. Jaringan disini lg lelet dan “bikes”, mknya sulit ngeblog dg lncar klo di Kinipan, tp krn bsok rencana turun ke kota lg, semoga bs berselancar lg di blog.

          Tks, mas Firman

          Disukai oleh 1 orang

  7. Saya baca ini dua sesi Mas des, kemarin sampe cerita tgl 18 hari ini baca yg cerita tgl 19. Dua2nya bikin tahan napas, tp maaf saya ikut ketawa pas baca celananya dijemur di rumah kakek nenek.
    La kok ya bisa gitu… maksudnya ga sekalian bajunya, hihi.

    Ah, itu jalannya disana memang masih banyak yg kayak gitu ya Mas Des di tiap2 Desa ?

    Disukai oleh 1 orang

    1. Mkasih udah mau baca cerita konyol ini, hihi…

      Stlah sy tny istri, ternyata baju dan celananya dicuci terpisah. Bajunya duluan dan sdah kering *ini efek pkaian bertumpuk nyucinya kyaknya😂

      Kmudian, krn bbrp hr ini sring hujan dan dia mnginap di rumah kakek-nenek, dari pd bolak balik ke rumah, mending dibawanya kesana. Begitu crtanya, dan dia lp bawa ke rumah celana sy itu (msh tinggal dsna sampe kmrin), dan jadilah kisah yg sy alami kmrin itu, 😂😂😁 sy pun protes dg nya kmrin itu spy lain kli jngn bgtu lagi.

      Sbgian jlnnya udah bagus sih, kcuali yg 8 km itu aja.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Kasian seragamnya, baju dipisahin sama celana, pasti salah satunya sedih .
        Lah 😂😂😂😂

        Pejuang tanggung ya Mas Des.lewat jalan2 seperti itu. Kalau aku pasti bingung mau gimana, apalagi pas motor mogok ditengah air.
        Semoga lekas ada perbaikan.

        Disukai oleh 1 orang

  8. aku pikir di kampungku sudah parah jalannya dan ini saja bikin ngeluh terus, padahal di luar sana masih banyak yang kondisinya mungkin lebih parah, intinya kudu bersyukur tapi tetap kritis pada pengemban jabatan agar bisa mengupayakan perbaikan

    Disukai oleh 1 orang

  9. Jangan ke sekolah ga pake celana ya mas, wkwkwk.

    Begitu ngelihat foto yang motor kelep itu, entah apa mau maki tapi maki apaan, mau bilang wt*. Seriously? Aku belum pernah ngalamin sih. Jadi, begitu baca dari orang yang ngalamin langsung, aku gak tahu misalnya aku sendiri yang ngalamin, bakal lanjut kerja hari itu atau enggak. Kayaknya aku lebih milih bolos, duh, cemen ya aku heheh

    Disukai oleh 1 orang

    1. Haha….ada2 aja Anda ini, pkai celana lah, mas Rizza. Kalian 2 mas Irawan mirip, dan sdh sy jwab di atas.

      Nglami yg bgni dah sering sih mas, hanya sja yg motor kelelep itu baru kali ini slma sy menetap di Kinipan. Terakhir kli motor kelelep kyak itu waktu sy SMA saat banjir pke motor bapak saya.

      Krn udah biasa dibully oleh jln dan “cinta tanah air”, dan udah diniatkan kmrin itu hrus masuk krja, pantang mundur jadinya.

      Disukai oleh 1 orang

    1. Gak tahu jg sih, tp mungkin ini yg disebut kemarau basah.

      Klau menurut siklus musim, skrg msh kemarau sampe Oktober.

      Pnglaman kmrin itu lumayan melelahkan, tp yg lbih melelahkan itu adlh 2 hal yg mnjdi penyebab sy mnglmi peristiwa2 d jln itu.

      Suka

    1. Haha…itu udah masuk knalpot airnya, mas Deddy. Jelas mogok kmrin itu, 😂😂 oli mesinnya sudah pasti diganti tu.

      Kalau baca dari awal sih tahu kalau sya ngetik blognya sblum peristiwa motor sy kelelep itu dan bbrp jam kemudian (2 part), cuma saya sempatkan foto biar lengkap dech cerita2 konyol saya sejak Sabtu lalu hingga Rabu kmrin itu, dan juga utk sya share ke media biar otoritas setempat tahu.

      Sy ngeblog lewat hape skrg mas, sdah 5 bln ini, hee…

      Suka

    1. Keuntungan? Haha…ya bagi sebagian ini jd alasan utk bolos. Tp sy membuktikan sebaliknya pd minggu lalu itu. Sekalipun sulit, sy ttp masuk kls, *tergantung msing2 sih sbnrnya, 😀

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s