Piknik ke Agrowisata Education di Pangkalan Tiga

“Kapan kita pikniknya, Pah?” tanya anakku untuk yang ke sekian kalinya.

“Sabar ya Nak, kita pasti piknikan kok,” jawabku.

“Seperti tulisan di kaca mobil Opa Hartani: ‘INGAT JANJIMU, MAS!’, ini juga sama: ‘INGAT JANJIMU, PAH!” kata anakku itu lagi yang kusambut dengan tawa saat mendengarnya. Ada ada saja celoteh anakku itu. πŸ™‚

Ya, aku memang sudah janji padanya, bahwa pada liburan kali ini kami akan pergi ke salah satu tempat wisata. Aku tahu, janji adalah janji. Harus ditepati.

Oleh sebab itu, beberapa waktu lalu (masih dalam suasana liburan), aku telah memenuhi janjiku itu. Dan inilah ceritanya.


Sebenarnya sejak liburan tahun yang lalu aku sudah berencana untuk piknik ke Sendang Biru, sebuah objek wisata air di desa Sumber Jaya (H5), kecamatan Menthobi Raya, kabupaten Lamandau. Tapi ternyata tahun ini pun gagal lagi. Dan sebagai gantinya, kami memilih spot wisata air lainnya di luar kabupaten, yakni Agrowisata Education. Tempat wisata air ini terletak di desa Pangkalan Tiga, kecamatan Pangkalan Lada, kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Tempat wisata ini kami pilih karena menurut kabar, saat ini akses jalan menuju ke sana jauh lebih bagus ketimbang ke Sendang Biru. Mungkin ke Sendang Birunya lain kali saja, begitu pikirku.

Dan begitulah, spot Agrowisata Education menjadi pilihan kami. Aku dan anakku ke sana bersama adikku yang nomor dua dan keluarga kecilnya, adik bungsuku, dan juga Pak Kartono beserta istrinya.

Sesuai janji yang telah disepakati, kami berangkat pagi hari sekitar pukul 08.15 Wib, yang mana terlebih dahulu kami berkumpul di rumah mertua adikku itu, di desa Purwareja, kecamatan Sematu Jaya, kabupaten Lamandau.

Rencana kami piknik ke sana awalnya naik satu mobil saja, mobil keluarga Pak Kartono. Namun karena tidak memungkinkan (tidak bisa memuat kami semua), akhirnya aku dan adikku mengalah, mereka di mobil, kami berdua naik sepeda motor saja.

Singkat cerita, setelah mempersiapkan segala sesuatunya (termasuk bekal makan siang), kami pun meluncur ke desa Pangkalan Tiga. Jaraknya cukup jauh, butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai ke sana. Untunglah jalannya mulus, jadi tidak ada kendala yang berarti alias lancar-lancar saja.

Simpang menuju spot wisata air: Agrowisata Education

Setelah memasuki simpangan itu sekitar 10-15 menit, akhirnya kami pun sampai ke destinasi wisata yang kami tuju. Puji Tuhan!

Spanduk Ucapan Selamat Datang

Setibanya di sana, kami memarkirkan kendaraan kami di tempat parkir yang disediakan. Untuk parkir sepeda motor biayanya Rp3.000,00; mobil Rp5.000,00. Dan setelah melihat keadaan sekitar, kami segera saja menuju loket untuk meminta keterangan sekaligus membeli karcis / tiket masuk. Tempat wisata ini ternyata terletak di sekitar perkebunan kelapa sawit (yaiyalah, namanya juga agrowisataπŸ˜€) yang dikelola oleh “KUD Tani Subur”.

Objek wisata ini utamanya menyediakan wahana kolam renang dan kolam pemancingan ikan bagi para pengunjungnya. Memang, tempatnya tergolong baru—diresmikan pada akhir tahun 2017 (baru sekitar 6 bulan). Tapi cukup bagus dan menarik, menurutku. Selain itu, ada juga sepeda air dengan berbagai model, kendaraan mini bagi anak-anak, dan juga warung makan dengan konsep gazebo.

Sarana wisata yang kami coba pertama-tama adalah sepeda air. Anakku dan sepupunya begitu girang saat akan mencobanya. Demi keamanan dan melengkapi kegembiraan mereka, aku dan adikku pun ikutan naik sepeda air tersebut. Dengan biaya Rp20.000,00 per 15 menit kami pun menikmati naik wahana tersebut.

Setelah itu, kami menuju wahana utama, yakni kolam renang (Wahana ‘Situ Berkah’ Tani Subur). Biaya masuknya Rp20.000,00 per orang (cukup mahal ya?!). Menurut Pak Kartono yang pernah ke sini sebelumnya, di hari biasa biaya masuknya cuma Rp10.000,00 per orang. Entahlah, mungkin saat itu karena masih dalam suasana pasca lebaran, jadi wajar tarifnya naik.

Karena anak-anak sudah niatnya pengin mandi dan berenang, cuaca pun cukup bikin gerah di siang itu, maka kami segera menuju wahana kolam renang yang tersedia itu. Setelah berganti pakaian, maka anakku dan keponakanku serta adikku yang bungsu itu pun segera mandi dan berenang di sana. Dan cukup beruntung, saat itu, pengunjung lain yang sudah duluan mandi di kolam-kolam tersebut tidak begitu banyak. Jadi mereka bisa lebih leluasa untuk menikmati mandi dan berenang.

Aku pun, setelah kurang lebih 20 menit menunggui mereka mandi, ikutan mandi dan berenang juga bersama mereka. Air kolam yang terasa segar, pemandangan dan suasana yang begitu asyik siang itu, membuat kami begitu menikmatinya. Hati pun bahagia ketika melihat anak-anak berbahagia.

Setelah cukup puas menikmati kolam renangnya—mungkin sekitar 1 jam atau lebih—-hari pun makin siang dengan teriknya yang lumayan, maka kami pun menyudahinya. Kemudian, kami berteduh di sebuah gazebo dan menikmati menu makan siang bersama yang kami bawa dari rumah.

Sekitar 15 menit setelah makan siang dan berfoto-foto, waktu pun sudah menunjukkan pukul 13.25 Wib, maka saatnya kami akan pulang ke Lamandau. Senangnya kami hari itu. Semoga di lain waktu kami bisa berkesempatan ke tempat ini lagi, tentu dalam suasana dan sukacita yang berbeda.


Bagi Anda yang belum pernah dan ingin berkunjung ke tempat ini, silakan berkunjung sesekali. Tempatnya cukup menarik dan bisa menjadi rujukan alternatif untuk liburan bersama keluarga, orang-orang terkasih, teman-teman atau komunitas Anda.


Kendaraan kami pun meluncur pulang meninggalkan area piknik “Agrowisata Education” KUD Tani Subur. Syukur pula, hari itu cuacanya cukup bersahabat, sehingga yang dikhawatirkan sejak paginya (baca: hujan) tidak terjadi. Dan tentu atas berkat-Nya, kami pun bisa sampai ke rumah dalam keadaan sehat dan selamat.

Dan malamnya, kami berkumpul di rumah adikku di desa Batu Hambawang. Untuk menutup kebersamaan kami hari itu, kami membuat agenda kecil-kecilan: bakar-bakar ayam dan makan bersama.


Demikian cerita piknik kami di hari itu. Tidak perlu harus punya banyak uang untuk menikmati hidup. Yang ada, walau sederhana, yang penting bahagia dan bersyukur. Nah, bagaimana cerita piknik dan liburan teman-teman? Yuk, bagikan di kolom komentar yang disediakan di bawah!

Terima kasih sudah membaca, dan sampai jumpa di postingan berikutnya.

Salam,

Desfortin

Iklan

32 tanggapan untuk “Piknik ke Agrowisata Education di Pangkalan Tiga

  1. Sepertinya di situ sangat panas

    Kolam renang dengan air berwarna hijau itu tidak menarik hati

    Bisa berenang selama satu jam itu hebat sekali. Saya saja di sini kalau berenang paling 10 menit sudah menggigil kedinginan.

    Suka

    1. Ckup pnas, tdk jg trllu pnas. Krn di air ya ttp trasa dingin gitu, hee ..

      Biasa, Mas Aris, para anak desa dan anak air. Di kampung, kmi biasa berendam di sungai :). Jd nyantai aj berendam slma itu, khususnya anakku. Pdhal waktu angkat dari air, anakku itu kedinginan sbnrnya, trlihat dr tngan dan kakinya yg tampak kisut..

      Suka

    1. Iya, Mas Seta. Kan mobilnya cm satu, mau nyewa tdk efektif lg. Lagian, sy mah emang biasa naik motor. Prnah mlah ke Palangka Raya pke motor, 9 jam.

      Sy mlah baru kali ini ke sini, aplgi ngeliat payung2 brgantung itu.

      Murah ya? Biasanya mlah 20rb, katanya sih.

      Suka

        1. Ya bgtulah. Klau naik mobil, sy mlah bisa carsick klau slma 9 jam itu πŸ™ˆ

          Di sana sih bnyak bnget pilihan wisatanya, ap aj hampir smua ad. Sy bilng ke anak sy, cb klau piknik di Jawa, puas kmu.

          O parkir mksdnya, hee … gak tahu jg sih pas lbaran tempo hr, ap mhal lg dr itu.

          Suka

    1. Sbnrnya gak trllu pnas jg sih Mas. Klau udah nyebur ke air, pnasnya gak bgtu terasa. Kan ad tmpat teduhnya jg di sisi kolam.

      Iya nich, ampe mlm. Jrang ngumpul bareng adik sih, dan kbtulan jg anakku esoknya mau balik ke kampung istriku. πŸ™‚

      Suka

  2. Saya suka melihat kebersamaan keluarganya. Tempat wisatanya juga adem dan ga terlalu riuh dengan pengunjung. Cuma saya masih suka bingung, kenapa tiket wisatanya bisa beda pas hari biasa dan hari libur. Harusnya ya sama ajalah.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ya, Mbak. Momen brsama keluarga sprti ini emang seru, aplgi kmi jrang ketemu.

      Saat itu tdk ramai pengunjung, tp pas lbaran tmpo hari rame bnget katanya.

      Mungkin mereka pengin cari untung bnyak aj, Mbak. Kan pas momen liburan pengunjung membludak, org haus hiburan (brp pun hrga tdk trllu soal) jd hrga tiket segitu lumayan, tp klau hr biasa klau trllu mhal mungkin org tdk tertarik dtng.

      Suka

  3. Wah piknik yg menarik dan berkesan ya Pak Guru?

    Memang momen berkumpul dan jalan2 ama keluarga itu menyenangkan ya? Makan2nya mirip2 ditempatku..melantai dan makan bareng, bikin kehangatan dan kekeluargaannya semakin erat.

    Ayam bakarnya bikin ngiler…πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s